Pemkot Gulirkan Gerakan ’Kembali ke Meja Makan’

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Yogya berupaya menggulirkan gerakan kembali ke meja makan. Gerakan tersebut merupakan ajakan moral agar seluruh anggota keluarga memiliki pola komunikasi yang intensif.

Penjabat Sekda Kota Yogya Hery Karyawan, menyebut meja makan merupakan kiasan dari media untuk mempersatukan anggota keluarga. ”Kami menyebutnya dengan Gerakan Kembali ke Meja Makan 18-21 Tanpa Gawai. Ini dimaksudkan, selama pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, semua anggota keluarga berkumpul untuk saling komunikasi tanpa memegang gadget,” urainya.

Oleh karena itu melalui gerakan tersebut setidaknya masing-masing keluarga memiliki waktu tiga jam untuk membangun kebersamaan. Waktu tiga jam itu pun dinilainya sangat krusial dalam menentukan kualitas keluarga ke depan.

Menurutnya, untuk mewujudkan gerakan itu juga bukan perkara mudah. Apalagi perkembangan dunia gadget saat ini sudah tidak bisa terbendung. Akan tetapi jika seluruh elemen masyarakat di suatu wilayah memberikan dukungan yang kuat, gerakan tersebut dipastikan dapat berjalan.

”Saatnya kita jadikan meja makan sebagai media interaksi personal, penuh kebersamaan dan saling berkomunikasi antar anggota keluarga tanpa dihalangi oleh gawai. Ini semata untuk memperbaiki kualitas hidup masing-masing,” imbuhnya.

Gerakan itu juga mendapat respons positif dari psikolog sekaligus motivator, DR Dody Hartanto, yang hadir sebagai narasumber dalam pencanangan ‘Kembali ke Meja Makan 18-21 Tanpa Gawai’. Menurutnya, Kota Yogya menempati urutan teratas atas penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa. Selain itu merupakan kota dengan angka pernikahan dini yang tinggi serta kota macet keempat di Indonesia.

”Jika itu semua tidak akan menjadi persoalan pelik di kemudian hari, maka keluarga harus ditingkatkan kualitasnya. Banyak masalah sosial yang berangkat dari keluarga,” tandasnya.

Senada diungkapkan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogya Dra Tri Kirana Muslidatun. Istri Walikota Yogya ini mengaku, efek dari kota pariwisata dan kota pendidikan menjadikan tingkat kunjungan ke Kota Yogya terus meningkat.

Pola interaksi dari pengunjung dengan warga lokal pun secara tidak langsung ikut mempengaruhi tumbuh kembang anak. Apalagi dengan perkembangan gawai saat ini ditambah benturan pergaulan dari berbagai elemen maka akan mempercepat kedewasaan seseorang. Meski dari segi usia masih belia, akan tetapi perilaku dan aktivitasnya sudah menunjukkan kebiasaan orang dewasa. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI