Pemkot Terus Cari Lokasi Shelter Isolasi OTG

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemkot Yogya hingga kini masih mencari lokasi shelter yang representatif untuk memberikan pelayanan isolasi bagi orang tanpa gejala (OTG) konfirmasi positif Covid-19. Sembari mencari lokasi, keberadaan posko bersama akan diintensifkan seiring merebaknya kasus OTG.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogya Heroe Poerwadi, menjelaskan isolasi mandiri akan lebih optimal jika dilakukan dalam shelter. Hal ini karena kebutuhannya bisa terjamin serta pergerakannya terus terpantau.

”Orang tentu akan lebih nyaman isolasi di rumah karena bisa melakukan berbagai kegiatan di sana. Tetapi shelter atau penampungan perlu kami upayakan,” terangnya.

Kebutuhan shelter terbilang mendesak seiring kebijakan pusat yang menyebutkan OTG tidak perlu dirawat di rumah sakit melainkan isolasi mandiri selama 14 hari. Pemda DIY juga meminta masing-masing kabupaten dan kota untuk menyiapkan shelter khusus bagi OTG.

Heroe menyebut, terkait posko saat ini sudah terbangun di wilayah Pandeyan. Dalam satu RT di sana terdapat 15 orang konfirmasi positif yang mayoritas OTG hasil penelusuran klaster penjual Soto Lamongan.

”Posko ini digunakan bersama yang melibatkan gugus tugas wilayah untuk mengawasi rumah yang dijadikan isolasi mandiri. Di Kotabaru juga ada posko bersama camat, lurah dan koramil. Sembari mencari lokasi shelter, posko bersama bisa dibangun dengan memanfaatkan balai RW atau semacamnya,” imbuhnya. (Dhi/Ira/Ria)

BERITA REKOMENDASI