Pemkot Yogya Belum Akan Lakukan Swab Massal

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Meski Pemkot Yogya mengupayakan agar kasus Covid-19 tidak terjadi fenomena gunung es, namun swab massal belum akan dijadikan pilihan. Kecuali terdapat indikasi yang mengharuskan dilakukan uji swab dalam jumlah besar atau komunitas.

Menurut Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogya Heroe Poerwadi, sejauh ini pihaknya sudah melakukan uji swab dengan total sekitar 4.000 kali atau satu persen dari populasi warga di Kota Yogya.

“Kalau mengejar jumlah sebetulnya sudah cukup banyak. Justru kita akan terus memperkuat tracing untuk menentukan siapa saja yang perlu ditindaklanjuti dengan swab, jadi tidak sembarang orang kita pilih,” tandasnya.

Oleh karena itu banyak petugas kesehatan yang terserap untuk melakukan penelusuran. Apalagi ada satu kelurahan yang temuan kasus positifnya cukup banyak sehingga mayoritas SDM terserap untuk membantu tracing. Terlebih tidak semua orang yang ditelusuri mampu menceritakan secara detail dan gamblang guna mempermudah proses pelacakan kasus.

“Kadang petugas itu dihadapkan pada satu titik di mana kita tidak bisa menguraikan informasi. Apakah karena ditutup atau hal lain,” tandas Heroe.

Di samping itu, persiapan melakukan swab terhadap orang yang sudah terpilih juga bukan perkara mudah. Tidak sedikit yang memilih menghindar sehingga dibutuhkan pendekatan yang lebih intensif. Namun demikian jumlah petugas di puskesmas yang bisa melakukan uji swab juga akan terus ditambah.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogya Emma Rahmi Ariyani, menuturkan untuk menentukan target swab hasil tracing harus memenuhi kriteria tertentu. Salah satunya ialah orang yang melakukan kontak erat dengan pasien yang diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kontak erat itu juga ada kriterianya seperti bertemu selama lebih 15 menit kemudian melakukan komunikasi yang salah satunya tidak menggunakan masker, bergerombol dan lainnya. Dari situ nanti dihitung masa inkubasinya untuk menentukan jadwal swab. Jadi apakah harus ditindaklanjuti dengan swab atau cukup dipantau,” urainya.

Menurut Emma, Pemkot Yogya sudah melakukan banyak hal untuk mengendalikan potensi penularan virus Korona. Justru kerja sama masyarakat dalam hal disiplin dalam menjalankan protokol sangat dibutuhkan. Tidak sekadar selalu menggunakan masker, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak, tetapi juga harus menghindari kerumunan. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI