Pemkot Yogya Optimalkan Vaksin Sinovac dan AstraZeneca

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Percepatan vaksinasi yang dilakukan Pemkot Yogya bersinergi dengan berbagai pihak. Ditargetkan, vaksinasi lansia dan pralansia yang tengah menjadi prioritas, dapat dituntaskan pada akhir bulan ini.

Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi, mengungkapkan pihaknya mengoptimalkan dua jenis vaksin yang dimiliki Kota Yogya yakni Sinovac dan AstraZeneca. “Khusus untuk vaksin AstraZeneca sudah dimulai sejak tiga minggu terakhir. Saat ini kami memiliki jatah 5.000 dosis AstraZeneca yang siap digunakan,” urainya disela meninjau vaksinasi di Museum Diponegoro.

Sejak pertama kali digunakan, Heroe mengaku tidak menemukan laporan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang disuntik AstraZeneca. Pihaknya pun berharap, sampai kelak tidak ada KIPI dari masyarakat karena vaksin yang digunakan sudah mendapat izin dari BPOM.

Menurutnya, tidak ada klasifikasi tertentu dalam penggunaan vaksin untuk masyarakat. Baik jenis vaksin Sinovac maupun AstraZeneca akan digunakan untuk semua lapisan masyarakat sesuai dengan prioritas sasaran. Oleh karena itu, tidak hanya kalangan perbankan dan swasta yang menggunakan AstraZeneca, melainkan juga lansia, pra lansia, tokoh masyarakat, tokoh agama serta relawan.

“Semua dosis sudah didistribusikan ke fasilitas layanan kesehatan. Sebagian juga sudah digunakan untuk masyarakat dan semuanya aman, tidak ada sesuatu,” imbuhnya.

Dirinya pun memastikan bulan ini akan mempercepat vaksinasi di kalangan masyarakat. Sehingga target utama untuk lansia dan pralansia optimis mampu diselesaikan akhir bulan ini. Hal ini agar kelompok masyarakat yang masuk dalam prioritas sasaran lainnya bisa segera dilanjutkan.

Diakuinya, keberhasilan vaksinasi merupakan salah satu upaya dalam melindungi masyarakat di samping disiplin menegakkan protokol kesehatan. Kondisi ini pun menjadi pertahanan yang mutlak bagi penduduk yang menetap di daerah tujuan wisata. Pasalnya, intensitas pertemuan dengan warga dari berbagai daerah cukup tinggi.

“Tapi yang perlu diingat, pertahanan terakhir tetap protokol kesehatan yakni menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dan hindari kerumunan,” tandasnya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI