Pemkot Yogya Segera Akan Bangun Lima RTHP Baru

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebanyak lima Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) baru akan dibangun di Kota Yogya sepanjang tahun ini. Sebagian proyek tersebut juga sudah memiliki pemenang lelang sehingga pekerjaan fisiknya akan segera dikerjakan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogya Suyana memaparkan, lima RTHP itu berada di Kelurahan Pandeyan dengan luas 250 meter persegi, Kelurahan Brontokusuman 600 meter persegi, Kelurahan Purwokinanti 270 meter persegi, Kelurahan Wirogunan 220 meter persegi dan RTHP paling luas dibangun di Kelurahan Kricak 1.900 meter persegi.

“Dengan penambahan lima RTHP itu, nantinya akhir tahun totalnya di Kota Yogya mencapai 49 RTHP. Tetapi itu pun belum mampu meningkatkan luasan ruang terbuka hijau,” jelasnya.

Luasan ruang terbuka hijau di Kota Yogya saat ini mencapai sekitar 19 persen. Sedangkan target secara nasional di masing-masing kota sedikitnya memiliki luasan 30 persen dari total luas wilayah. Hanya, luas wilayah Kota Yogya yang cukup terbatas menjadi kendala tersendiri.

Suyana berharap, RTHP yang sudah terbangun dapat dirawat keberadaannya oleh masyarakat. Apalagi lahan RTHP yang sudah dibeli dan dibangun oleh Pemkot, pengelolaannya diserahkan kembali ke masyarakat.

“Selain membangun baru, kami juga melakukan perawatan dan pemeliharaan. Salah satunya di Taman Gajah Wong. Tapi bagaimanapun juga tetap membutuhkan peran serta dari masyarakat sekitar,” harapnya.

Sementara beberapa pekerjaan pembangunan RTHP yang sudah memiliki pemenang lelang ialah di Brontokusuman dan Purwokinanti dengan alokasi anggaran Rp 694 juta. Sedang proses lelang yang sedang berjalan adalah pembangunan RTHP di Kelurahan Kricak dengan alokasi anggaran sebesar Rp 615 juta. Lelang diharapkan selesai pada akhir Agustus.

Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi sebelumnya berharap agar RTHP yang akan dibangun bisa dimanfaatkan oleh seluruh warga. Sehingga perlu didesain agar ramah terhadap anak, lansia hingga penyandang disabilitas. Menurutnya ada beberapa RTHP yang kurang ramah terhadap lansia, anak dan disabilitas karena kontur tanah yang digunakan sebagai lokasi pembangunan RTHP terkadang berada di tepi sungai.

“Yogya ingin menjadi kota inklusi, ramah anak, ramah disabilitas dan lansia. Tentunya, fasilitas yang dibangun juga harus bisa diakses oleh seluruh kelompok masyarakat,” imbaunya.

Dirinya menyebut, masih ada kekurangan luasan RTHP sebesar 11 persen sehingga keberadaannya perlu terus diperbanyak. Akan tetapi jika dihitung berdasarkan koefisien luasan hijau di Kota Yogya sudah mencapai sekitar 34 persen. Untuk mengatasi keterbatasan lahan untuk membangun RTHP, pihaknya mendorong tiap kampung mengembangkan loronglorong sayur seperti di Badran. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI