Pemkot Yogya Siap Gulirkan Gender Corner

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Yogya akan menggulirkan layanan baru yakni Gender Corner. Layanan tersebut lebih bersifat mobile karena berbentuk armada untuk menjangkau masyarakat.

Kepala DPMPPA Kota Yogya Edy Muhammad, menjelaskan layanan Gender Corner lebih bersifat informasi, komunikasi serta edukasi kepada masyarakat terkait berbagai hal mengenai gender. “Sudah kami siapkan armada khusus. Itu nanti yang akan menjangkau masyarakat sebagai bentuk layanan kami demi kemudahan akses,” jelasnya.

Baca juga :

Virus Korona, Bandara Adisutjipto Dirikan 'Crisis Center'
Produksi Tanaman Pangan Hampir Capai Target

Di dalam armada berupa satu unit minibus berukuran besar tersebut dilengkapi berbagai fasilitas. Antara lain berupa aneka buku pengetahuan gender serta ruang konsultasi dan pengaduan. Saat menjangkau masyarakat, DPMPPA Kota Yogya juga menyertakan seorang psikolog dan petugas yang bisa menerima aduan kekerasan dalam rumah tangga.

Edy menambahkan, melalui Gender Corner pihaknya ingin melakukan jemput bola ke masyarakat. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai gender akan berdampak positif dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

“Saat ini masih kami susun jadwal keliling. Bisa jadi nanti kami gilir di tiap kelurahan. Tapi masyarakat juga harus tahu keberadaan Gender Corner karena tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran terkait gender,” imbuhya.

Keberadaan Gender Corner itu pun semakin melengkapi inovasi yang sudah digulirkan sebelumnya. Seperti Sistem Informasi Aduan Kekerasan Anak dan Perempuan (SIKAP) yang sudah terintegrasi dengan aplikasi Jogja Smart Service (JSS), serta Satgas siap grak atasi kekerasan (Sigrak).

“Layanan pengaduan kekerasan terhadap anak dan perempuan juga bisa disinergikan dengan Gender Corner. Satu layanan dengan layanan lain bisa saling bersinergi,” jelasnya.

Sementara itu, data kekerasan dalam rumah tangga di Kota Yogya cenderung terus menurun dari tahun ke tahun. Pada tahun 2013 tercatat 691 kasus, tahun 2014 ada 642 kasus, tahun 2015 ada 626 kasus, tahun 2016 ada 544 kasus, tahun 2017 ada 254 kasus, tahun 2018 ada 193 kasus dan tahun 2019 hingga akhir Agustus ada 156 kasus. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI