Pemkot Yogya Siapkan Rp 2,5 M untuk Bosda Khusus

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Melalui perubahan anggaran tahun ini, Pemkot Yogya menggulirkan program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) Khusus. Program tersebut ditujukan untuk membantu pihak sekolah dalam menyiapkan prasarana memadai dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19. Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogya Budi Santoso Asrori, mengungkapkan Bosda Khusus tersebut di luar program Bosda reguler yang sudah dikucurkan sebelumnya.

“Karena namanya Bosda Khusus, maka peruntukannya juga khusus yakni untuk mendukung penerapan protokol kesehatan di sekolah,” jelasnya.

Total anggaran yang disiapkan melalui Bosda Khusus mencapai sekitar Rp 2,5 miliar. Akan tetapi hanya sekolah negeri atau yang diselenggarakan oleh Pemkot Yogya yang berhak menerima yakni 6 TK negeri, 89 SD negeri, dan 16 SMPnegeri.

Sesuai Perwal 81/2020 yang mengatur terkait kebijakan Bosda Khusus, sekolah negeri harus mengajukan proposal kepada Dinas Pendidikan terlebih dahulu. Sedangkan jenis sarana dan prasarana yang bisa diajukan untuk pengadaan, akan ditetapkan lebih lanjut melalui keputusan kepala dinas.

“Secara teknis masih menunggu APBD perubahan dijadikan perda. Setelah itu baru akan kami sosialisasikan ke sekolah-sekolah. Tapi panduannya sudah ada,” imbuh Budi.

Beberapa sarana yang bisa diajukan ialah pengadaan wastafel dan thermogun. Setiap satu unit wastafel dialokasikan Rp 1,5 juta dan satu unit thermogun Rp 725.000.

Pengajuan Bosda Khusus harus melalui proposal lantaran kebutuhan masing-masing sekolah berbeda. Hal ini karena ketersediaan wastafel harus mempertimbangkan jumlah siswa, tenaga kependidikan, jumlah pendidik, jumlah ruang dan lainnya.

Budi menambahkan, beberapa sekolah sebenarnya juga sudah memiliki wastafel maupun thermogun. Akan tetapi jumlahnya belum representatif jika disandingkan dengan ketersediaan murid, guru, tenaga kependidikan dan lainnya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI