Pemkot Yogya Ulang Tahun ke-75 Hari Ini, Momentum Antigratifikasi

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemkot Yogya pada Selasa (7/6) hari ini genap berusia 75 tahun. Di luar peristiwa hukum yang membelit salah seorang pejabat serta mantan kepala daerah, Pemkot Yogya telah mengukir beragam prestasi. Prestasi tersebut harus tetap dipertahankan sekaligus menjadi momentum antigratifikasi.

Ketua DPRD Kota Yogya Danang Rudiyatmoko, mengaku sebagai mitra kerja pemerintah mengakui unsur pemerintahan dalam mengelola pembangunan dan menggunakan anggaran daerah sudah mumpuni.

“Dalam arti sesuai dengan pelaksanaan penataan keuangan daerah. Namun demikian, jangan lagi ada aparatur sipil negara (ASN) yang dibayang bayangi sesuatu hal ingin mendapatkan lebih,” pesannya menyambut HUT ke-75 tahun Pemkot Yogya, Senin (6/6).

Jelang peringatan 75 tahun Pemkot Yogya, tepatnya pada Kamis (2/6) lalu, publik dikejutkan dengan operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah pemeriksaan, KPK akhirnya menetapkan empat tersangka atas dugaan suap perizinan Apartemen Royal Kedhaton. Masing-masing ialah mantan Walikota Yogya Haryadi Suyuti, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Nurwidihartana, mantan ajudan eks Walikota Yogya Triyanto Budi Yuwono, serta Vice President PT Summarecon Agung Oon Nusihono.

Danang pun berharap kemarin menjadi peristiwa terakhir serta terbangun kesadaran bersama agar bekerja secara profesional. Peristiwa itu bahkan harus menjadi tamparan keras bagi seluruh aparatur.

“Ini yang harus menjadi kesadaran bersama. Selama ini Pemkot sudah cukup baik. Dari penilaian internal dan berbagai instansi eksternal pun sudah cukup baik. Intinya ASN jangan silau dengan gratifikasi. Makanya ini momentum antigratifikasi,” tandasnya.

Tidak dapat dipungkiri, apapun yang sudah dilakukan oleh Haryadi Suyuti selama 15 tahun memimpin Kota Yogya, selaku pimpinan daerah sudah banyak menorehkan prestasi. Salah satunya torehan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas pengelolaan keuangan daerah selama 13 kali berturut-turut. “Tapi kalau dikatakan, kemarin itu jadi pengalaman yang sangat mahal yang dilakukan beliau. Bagi saya itu sesuatu yang sangat mahal pertaruhannya,” urainya.

Oleh karena itu, terkait dengan rencana penelusuran oleh KPK terhadap seluk beluk perizinan di Kota Yogya, tidak perlu ditakuti. Terutama jika memang tidak pernah melakukan kesalahan, harus mempertahankan profesionalitas dalam bekerja.

Sebaliknya, jika ada yang pernah khilaf, jangan sampai hal itu terulang kembali serta menjadi bayangbayang untuk semakin baik. “Pesan saya untuk penjabat walikota, bertindak sebagaimana fungsinya sesuai amanah untuk memimpin jalannya pemerintahan sampai terpilih kepala daerah definitif. Jalankan dengan baik dan pertahankan prestasi yang sudah diraih,” katanya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI