Pemkot Yogyakarta ‘Hati-hati’ Terkait Proyek Drainase Mangkrak ‘OTT KPK’

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Purwadi menanggapi persoalan proyek Saluran Air Hujan (SAH) yang berada di Jalan Babaran, Yogyakarta yang hingga kini masih mangkrak tak berkelanjutan. Pemerintah kota mengaku sangat hati-hati mengahadapi kasus ini.

"Karena pelaksaan proyeknya sedang dalam masalah hukum, maka Pemkot minta pendapat untuk bisa membuat keputusan dan memutuskan, melanjutkan, atau melakukan pelelangan lagi," kata Heroe kepada wartawan saat dihubungi. Jum'at (27/09/19).

Pemkot kota tidak ingin ceroboh terhadap persoalan tersebut. Apalagi saat ini sudah bulan Oktober, sehingga jika dilanjutkan dengan membuka lelang jelas tidak mungkin dilakukan. "Kalau melanjutkan dengan pelelangan lagi, jelas tidak mungkin dilakukan. Karena waktunya tidak cukup untuk menyelesaikan administrasinya atau melakukan pelelangan," ucapnya.

Maka demikian, keputusan yang paling dimungkinan dilakukan oleh pihaknya adalah penutupan kembali jalan yang sudah di bongkar tersebut. Sehingga nanti jalan bisa normal dan tidak mengganggu masyarakat.

"Harapan kami, sebelum musim hujan datang sudah terselesaikan. Dan kami memahami perasaan warga, yang perlu segera menutup jalan karena debu dan terganggu jalannya," ungkap Heroe.

Oleh karena itu, pemerintah Kota Yogyakarta memohon maaf dan meminta pengertian masyarakat karena proyek SAH tersebut. "Mohon sabar sembari kami menunggu petunjuk dari KPK dan LKPP. Sehingga pemkot segera mengatasi persoalan pelik ini," pungkasnya. (Ive)

 

 

BERITA REKOMENDASI