Pemkot Yogyakarta Mulai Gunakan AstraZeneca

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemkot Yogya dalam sepekan terakhir mulai menggunakan vaksin AstraZeneca. Vaksin AstraZeneca sudah digunakan sejak Jumat (21/05/2021) lalu dan menurut Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi program vaksinasi di Kota Yogyakarta dipastikan berasal dari batch yang tidak dilarang oleh pemerintah sehingga aman digunakan.

“Hingga saat ini terus digunakan dan sejauh ini juga belum ada laporan efek samping yang disampaikan warga,” jelas Heroe Poerwadi.

Ia mengatakan sasaran vaksinasi yang menggunakan vaksin AstraZeneca saat ini ialah dari kalangan perbankan dan swasta. “Jadi saat ini ada dua jenis vaksin yang digunakan untuk vaksinasi di Kota Yogyakarta. Vaksin dari Sinovac dan dari AstraZeneca,” imbuhnya.

Warga yang sudah menerima vaksin Sinovac dosis pertama, maka akan melanjutkan vaksinasi dosis kedua dengan vaksin yang sama. Begitu pula dengan warga yang menerima vaksin AstraZeneca sehingga jika dosis pertama menggunakan Sinovac, maka suntikan dosis kedua ialah dengan vaksin yang sama.

Sehingga tidak dikombinasikan antara vaksin Sinovac dengan AstraZeneca. Hanya, ada perbedaan jeda waktu penyuntikan dosis pertama dan kedua. Untuk Sinovac adalah minimal 28 hari, namun untuk AstraZeneca minimal tiga bulan.

Heroe menjelaskan, tidak ada penolakan dari penerima vaksin. Dirinya pun berharap masyarakat tidak memilih-milih jenis vaksin tertentu karena yang digunakan oleh pemerintah sudah dipastikan aman digunakan secara medis.

Tahap awal Kota Yogyakarta telah mendapatkan 2.000 vaksin AstraZeneca dan saat ini tengah digunakan. Informasi terakhir sudah ada sekitar 300.000 dosis yang diterima DIY dan akan didistribusikan ke kabupaten kota. Setelah dari kalangan perbankan dan swasta, masyarakat umum juga akan dijadikan sasaran guna mempercepat realisasi vaksinasi.

Sementara Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Yogyakarta Antonius Fokki Ardiyanto, berharap Dinas Kesehatan memiliki juru bicara untuk memberikan penjelasan terkait berbagai hal mengenai Covid-19 termasuk vaksinasi. Hal ini karena masih muncul kekhawatiran dari masyarakat mengenai penggunaan vaksin AstraZeneca.

Oleh karena itu perlu ada penjelasan yang baik oleh Dinas Kesehatan. Selain itu, dirinya juga meminta agar Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogya tetap melakukan antisipasi terhadap potensi kenaikan kasus usai libur lebaran. Salah satunya memastikan ketersediaan tempat tidur perawatan di rumah sakit dan shelter. “Sarana dan prasarana pendukung medis juga harus disiapkan. Misalnya ketersediaan oksigen untuk pasien,” usulnya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI