Pemkot Yogyakarta Terbitkan Perwal Baru

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Hotel baru yang hendak dibangun di Kota Yogya kini diharuskan menggunakan energi terbarukan. Terutama hotel bintang 4 dan 5 yang masuk dalam pengecualian kebijakan moratorium.

Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Kota Yogya Nurwidihartana, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kewajiban penggunaan energi terbarukan bagi hotel bintang 4 dan 5 itu diatur dalam Peraturan Walikota (Perwal) 42/2019 terkait batasan usaha dan persyaratan khusus IMB sebagai tindak lanjut Perwal 85/2018 menyangkut pengendalian pembangunan hotel. "Perwal 42/2019 ini baru saja diterbitkan. Kami masih akan menindaklanjutinya dengan sosialisasi," jelasnya.

Dalam Perwal 42/2019, bangunan usaha hotel bintang 4 dan 5 bisa diterbitkan IMB manakala memenuhi persyaratan khusus. Di antaranya melampirkan surat bermeterai yang menyatakan usaha hotel yang akan dibangun menggunakan energi terbarukan.

Selain itu, permohonan penerbitan IMB harus sudah tertulis hotel bintang 4 atau hotel bintang 5. Salah satu bentuk penggunaan energi terbarukan ialah listrik tenaga surya atau yang hemat energi. Namun secara teknis, akan dikoordinasikan bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY.

"Inti dari kebijakan ini ialah mewujudkan bangunan ramah lingkungan. Setiap bangunan gedung milik pemerintah yang dibangun baru, juga mulai menerapkan konsep ramah lingkungan," tandasnya.

Selain itu, gambar teknis bangunan dan penyediaan fasilitas juga diatur secara rinci. Bagi hotel binang 4 meliputi 29 jenis fasilitas, sedangkan hotel bintang 5 ada 32 jenis fasilitas. Oleh karena itu, meski ada pengecualian moratorium hotel, namun dalam hal rencana pembangunannya tetap tidak lepas dari upaya pengendalian.

Nurwidihartana menjelaskan, pengecualian moratorium hotel juga menyangkut jenis usaha seperti losmen, homestay, guest house, pondok wisata, pesanggrahan dan usaha akomodasi wisata non bintang lainnya. Teknisnya pun diatur dalam Perwal 42/2019, di antaranya meliputi luas bangunan kurang dari 1.000 meter persegi dan jumlah kamar maksimal 20 kamar. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI