Pemuda Jerman Keliling Dunia dengan Moge

USIANYA baru 19 tahun ketika tahun lalu memutuskan untuk keliling dunia menggunakan sepeda motor. Luis Kepplinger, pemuda asal Jerman ini memilih tidak langsung melanjutkan kuliah begitu lulus SMA. Ia ingin menikmati petualangan keliling dunia dengan sepeda motornya.

Indonesia adalah surga dunia, kaya pesona alam dengan beragam kultur dan kuliner, serta masyarakat yang ramah. Kesan itu diungkapkan Luis Kepplinger (20), saat mampir di Redaksi KR, Rabu (7/9) petang.

Sejak lulus SMA tahun lalu, Kepplinger punya impian menjelajahi Eropa, Asia dan Australia dengan motor. Keinginan itu terwujud sejak 8 Februari 2016, setelah persiapan selama enam bulan dengan mengumpulkan uang tabungan dan dokumen-dokumen terkait. Pemuda asal Stuttgart itu memulai perjalanan dari Jerman menuju Italia, Albania, Yunani dan Turki.

Menurut Kepplinger, hal lumrah di Jerman untuk tidak langsung kuliah setelah lulus SMA. "Biasanya anak muda berwisata, backpaking. Tapi saya tidak ingin menjadi turis biasa yang bepergian dengan pesawat. Saya ingin menjelajah dengan motor untuk menikmati denyut kehidupan lokal, berinteraksi dengan warga setempat," kata Kepplinger yang telah tiga hari berada di Yogyakarta,

Kopplinger menginjakkan kaki di Indonesia sejak 24 Agustus, saat ia tiba di Medan dan menuju Danau Toba. Perjalanan dari Toba ke Padang adalah rute terpanjang yang ditempuhnya dalam satu hari, selama hampir 15 jam. Rute itu disebutnya bikers heaven. "Jalan baru dan lebar, penuh kelokan tak berujung, pemandangan pedesaan dan gunung, sungguh rute impian bagi para bikers. Perjalanan lama pun tak terasa," ujarnya.

Dia berada di Yogya setelah melintasi Sumatra, Jakarta dan Bandung. Indonesia mengingatkannya pada India, yang kaya lanskap impresif dan ragam makanan lezat.  “Saya suka gado-gado dengan saus kacangnya, juga nasi goreng dan aneka sup. Masyarakat di sini juga senang hati membantu saya. Yang buruk adalah kemacetan di siang hari ditambah polusi," ungkapnya.

Kepplinger bertualang dengan Honda Africa Twin. Moge yang berusia tiga tahun lebih tua dari dirinya itu dia namai Queen (Ratu). Setelah melintasi beberapa Negara Eropa, Kepplinger meneruskan petualangan ke Iran dan India. Dia sempat berpisah dengan Queen lantaran tidak mendapat visa ke Pakistan, sehingga Queen harus diterbangkan dari Teheran (Iran) menuju Mumbay (India).

Masalah berikutnya muncul sebelum memulai perjalanan ke Thailand. Rezim Negeri Gajah Putih itu melarang kendaraan yang terdaftar di luar negeri untuk melintasi Thailand. Queen pun harus diterbangkan lagi dari Kathmandu (Nepal) ke Kuala Lumpur (Malaysia). "Dua kali pengiriman motor lewat udara ini menghambat, juga menguras tabungan saya," tuturnya.

Kepplinger pada Kamis (8/9) mengunjungi Candi Borobudur dan kawasan Gunung Merapi. Selanjutnya dia akan menuju Surabaya, Gunung Bromo, Bali. Rencana perjalanan berikutnya berkeliling benua Australia, sebelum pulang ke Jerman.

“Saya ingin mengeksplorasi Australia, lalu menerbangkan motor ke Hamburg. Tapi sebelumnya, saya harus bekerja dulu di Australia, karena uang saku menipis,” ungkap Kepllinger yang sudah menghabiskan hampir 12.000 euro selama petualangannya ini.

Kepplinger menambahkan, dia akan melanjutkan studi ke universitas kelak setelah usai bertualang. "Saya tidak tahu bidang studi apa yang akan saya ambil. Saya tak ingin merisaukan masa depan sekarang, hanya ingin menikmati petualangan saat ini," ujarnya. (Bro)

 

BERITA REKOMENDASI