Pemudik Nekad Bikin ‘Ketar-Ketir’, Ini Sebabnya

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Meski telah dilakukan penyekatan, untuk menghindari masuknya kendaraan mudik, namun demikian masih banyak masyarakat yang memanfaat jalur tikus untuk menembus blokade petugas. Kondisi ini menimbulkan perasaan ketar-ketir terhadap kenaikan kasus positif Covid-19.

“Mobilitas yang tidak terkendali bisa memicu penambahan kasus Covid-19. Kita terus memantaunya,” harap Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad kepada KR

, Minggu (16/6).

Dijelaskan Noviar, sebetulnya sosialisasi berkaitan dengan kebijakan larangan mudik sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Tapi keinginan masyarakat untuk melakukan mudik tergolong masih cukup banyak. Buktinya selama kebijakan larangan mudik diberlakukan atau tepatnya dari 6 Mei sampai 15 Mei total kendaraan yang diminta putar balik ada 4.752 kendaraan. Dengan perincian kendaraan yang diminta putar balik di Posko Tempel ada 2.004, Posko Prambanan 2.392 kendaraan dan Posko Temon 356 kendaraan,”jelasnya.

Noviar mengatakan, meski dalam beberapa waktu terakhir jumlah kasus sempat mengalami penurunan. Namun jika dicermati jumlahnya masih fluktuatif. Oleh karena itu penegakkan Prokes harus selalu dilakukan disemua aktivitas yang dilakukan. Semua itu akan bisa diwujudkan dengan baik jika ada komitmen bersama untuk menegakkan Prokes dan mencegah terjadinya penularan Covid.

BERITA REKOMENDASI