Penari Klasik Jawa Harus Masih Perawan, Mengapa?

Editor: Ivan Aditya

SAMPAI kini, misteri khusus bagi penari klasik ciptaan raja Mataram, masih belum terpecahkan. Bagi wanita penari Tari Bedhaya ciptaan raja Kraton Yogya harus remaja putri yang masih perawan.

“Sampai sekarang masih ada aturan itu,” kata Angelina Retno Nooryastuti, penari sekaligus pengajar tari klasik gaya Yogyakarta. Guru tari SMK Yogyakarta tersebut sudah sejak remaja belajar tari.

“Pernah ada dilema, seorang penari mengundurkan diri karena mengaku sudah tidak gadis lagi meski belum nikah,” imbuhnya.

Apa resikonya jika dilanggar? Wanita yang sangat setia pada klasik Yogya tidak tahu, namun sampai sekarang norma itu tetap dijalani. Selain itu juga dalam keadaan bersih, tidak sedang menstruasi.

Bahkan seorang penari, jauh-jauh sebelum melakukan tarian tersebut harus puasa pada hari weton kelahiran. Kemudian dilakukan puasa 3 hari sebelum hari H.

Meski begitu ternyata minat generasi muda untuk belajar tari klasik gaya Yogya saat ini makin banyak, setelah tahu tersebut disesuaikan dengan waktunya. “Supaya tidak terlalu lama” katanya.

Juga ketika seorang yang penari Jawa, wajahnya sebelum pentas biasa-biasa saja. Namun begitu tampil di panggung dengan persyaratan tadi, wajahnya menjadi luar biasa auranya. “Cantik, anggun dam berwibawa,” katanya. (Ioc)

 

Angelina Retno Nooryastuti, penari sekaligus pengajar tari Klasik gaya Yogyakarta. (Foto : Octo Lampito)

BERITA REKOMENDASI