Penarik Becak ‘Serbu’ Museum TNI AD Dharma Wiratama, Ada Apa?

YOGYA,KRJOGJA.com – Museum TNI AD Dharma Wiratama, Jalan Jenderal Sudirman, Yogyakarta meyediakan sarapan gratis bersama tukang becak bertajuk Ojo Lali Sarapan. Kegiatan sosial tersebut sekaligus menjadi ajang promosi museum.

"Berbagi dan mengedukasi pentingnya sarapan, menggelorakan semangat cinta tanah air melalui museum," kata Kepala Balakmusmonpus Disjarahad Kolonel Arm Heri Purwanto kepada wartawan, Jum'at (16/08/19).

Menurutnya, acara yang diikuti puluhan tukang becak tersebut menjadi penting karena becak dan museum adalah sebuah warisan yang bernilai budaya, sejarah dan pendidikan. Termasuk menggairahkan minat wisata sejarah. "Puluhan tukang becak kami ajak ke museum, mereka kami beri pemahaman tentang museum, keliling museum dan sarapan bareng Ojo Lali Sarapan," ucapnya.

Kolonel Heri Purwanto  acara tersebut akan rutin dilakukan setiap Jumat dengan kegiatan sosial yang berbeda-beda, misalnya jalan sehat. Tujuannya untuk mempromosikan museum TNI AD yang baru dibuka kembali pada Desember 2018. Sebab, museum berbasis IT menjadi pilot project pertama Mabes TNI AD yang memiliki fitur-fitur milenial dan jauh dari kesan kuno.

Dengan demikian, kata Kolonel Heri Purwanto akan lebih mendekatkan museum kepada masyarakat juga mempromosikan Tata pameran museum baru yang tadinya bersifat konvensional menjadi berbasis multimedia sebagai Wahana informasi inspirasi edukasi maupun rekreasi bagi masyarakat luas.

"Sekaligus mengubah image masyarakat bahwa museum TNI adalah institusi angker dan masih berjuluk Korem lama yang tidak boleh dimasuki oleh sembarang orang. Padahal tempat ini sudah menjadi museum," jelasnya.

Menurut Sogol warga Klaten, salah satu tukang becak yang hadir mengaku senang lantaran bisa sarapan gratis. Selain itu, dia juga mengapresiasi museum TNI AD Dharma Wirata sebagai tempat edukasi mengenalkan sejarah perjuangan TNI AD melalui museum ini. (Ive)

BERITA REKOMENDASI