Pencegahan Kerusakan Lingkungan Tidak Efektif

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Upaya pencegahan kerusakan lingkungan di level internasional (PBB) terbukti tidak efektif. Meski sering ditandatangani kesepakaan bersama dalam hal pelestaria lingkungan namun tidak pernah direalisasikan.

"Kondisi ini membuat organisasi lingkungan global seperti Greenpeace turun tangan dan mendapat banyak apresiasi," terang Menurut Ketua Asosiasi Sains, Teknik dan Urusan Lingkungan Mesir Dr Ir Hisyam Khidir saat memberi Kuliah Umum bertema 'Fikih Lingkungan dan Perannya dalam Memperkaya Studi Islam Kontemporer' di hadapan puluhan mahasiswa di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia (FIAI UII) Yogyakarta, Sabtu (19/11/2016).

Menurut Hisyam, Syariat Islam sebenarnya telah mengatur soal pelestarian lingkungan sejak 14 abad lalu yang lebih detail dan menyeluruh, saah satunya Surat Ar-Rum 41. Islam tidak menunggu sampai kerusakan lingkungan itu terjadi, namun bertindak sejak dini (pencegahan). "Islam memulai dari level jiwa, yakni pemahaman bahwa menjaga lingkungan ada perintah dari Allah dan Rasulullah," katanya.

Perintah menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan telah disampaikan Rasulullah SAW 14 abad lalu dengan melarang kencing dan buang air besar di jalan warga, melarang makan bawang putih saat pergi ke masjid (polusi udara) dan melarang bersuara keras (polusi suara). Syariat Islam juga banyak memuat perintah melestarikan lingkungan seperti melarang sifat mubadzir, melarang menahan tanah tanpa dimanfaatkan (mangkrak) atau penebangan hutan secara liar.

Dikatakan, Syariat Islam dalam hal ini yang memuat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan harus ditransferkan ke masyarakat melalui pendidikan. Melalui dakwah modern, masyarakat perlu diberi pemahaman bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. "Para pendidik perlu menyebarkan pentingnya menjaga lingkungan dengan bekerjasama dengan media massa," pungkasnya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI