Pendaftaran Ditutup, 8 SMA DIY Masih Kekurangan Siswa

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Hari terakhir pelaksanaan pendaftaran dalam seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK Negeri di DIY, Rabu (1/7) terjadi persaingan nilai cukup ketat di sejumlah sekolah. Akibatnya banyak pendaftar yang terlempar dari pilihan satu kepilihan, kedua atau ketiga. Bahkan banyak siswa yang nilainya pas-pasan terlempar dari sekolah negeri.

Meski begitu sampai dengan hari terakhir pendaftaran, masih ada beberapa SMA di Kulonprogo dan Gunungkidul yang belum bisa memenuhi kuota 100 persen (belum penuh). “Berdasarkan penghitungan sementara yang kami lakukan sampai dengan Selasa (1/7) masih ada sekitar 8 sekolah yang tersebar di Kulonprogo dan Gunungkidul belum bisa memenuhi kuota 100 persen.

Beberapa sekolah tersebut diantaranya, SMAN Kokap, SMAN Kalibawang, SMAN Galur, SMAN Girimulyo, SMA Tanjungsari, SMAN Rongkop, SMAN Semanu. Adapun untuk jumlah pendaftar SMK sekitar 16.800 siswa,” kata Kabid Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan, Disdikpora DIY, Didik Wardaya SE MM MPd di Yogyakarta, Selasa (1/7).

Didik mengungkapkan, guna mengisi adanya kekosongan yang terjadi di sejumlah sekolah negeri, khususnya Kulonprogo dan Gunungkidul. Sebenarnya sudah dilakukan berbagai cara diantaranya bagi siswa yang belum mendapatkan sekolah akan ditawari untuk masuk ke sana. Selain itu, juga menarik siswa dari zona terdekat dari sekolah tersebut. Tindakan itu dilakukan dengan harapan siswa di DIY bisa mendapatkan layanan pendidikan yang terbaik. Walaupun dalam realitanya terkadang tidak sesuai dengan harapan, karena beberapa siswa lebih memilih untuk mendaftar di sekolah swasta tapi lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah.

BERITA REKOMENDASI