Pendidikan Bahasa Jawa Perlu Ditanamkan Sejak Dini

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pendidikan bahasa Jawa yang baik dan benar perlu ditanamkan sejak usia dini. Hal itu perlu dilakukan supaya bahasa Jawa yang identik dengan bahasa ibu, tetap terjaga kelestariannya. Apalagi era globalisasi seperti sekarang, ada kecenderungan anak tidak mengenal bahasa Jawa dan lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia atau bahkan bahasa asing.

"Sebenarnya muatan bahasa Jawa sudah diberikan di sekolah-sekolah. Meski begitu saya tidak memungkiri, jika masih ada anak atau generasi muda yang kesulitan berbahasa Jawa. Saya kira persoalannya lebih pada pembiasaan penggunaan bahasa Jawa di lingkungan keluarga. Untuk itu bahasa Jawa perlu dikenalkan sejak dini. Karena di dalamnya melekat nilai-nilai lain seperti tata krama, sehingga adanya hal-hal negatif dengan lawan bicara bisa ditekan," kata Ketua Dewan Kebudayaan DIY, Dr Djoko Dwiyanto MHum.

Djoko mengungkapkan, sebenarnya dalam bahasa Jawa tercermin adanya norma-norma susila, tata krama, menghargai yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua. Seseorang sering menggunakan bahasa Jawa dalam berkomunikasi sehari-hari, tetapi sering lupa bahwa terdapat tingkat tutur penggunaan bahasa Jawa yang dikenal sebagai penerapan 'unggah-ungguh'.bSalah satu dampak dari kurangnya pemahaman terhadap bahasa Jawa di kalangan pemuda, bisa dilihat kurangnya sopan santun terhadap mereka yang lebih tua.

"Pengenalan atau pendidikan bahasa Jawa sebenarnya bisa diawali dari hal-hal sederhana yang ada di lingkungan keluarga. Karena untuk mengatasi persoalan ini tidak mungkin apabila diserahkan sepenuhnya kepada sekolah atau dinas pendidikan, sebaliknya butuh sinergitas semua pihak," terang Djoko.

Lebih lanjut mantan Kepala Dinas Kebudayaan DIY itu menambahkan, banyaknya generasi muda yang belum mengenal dan memahami bahasa Jawa dengan baik menjadi tantangan bersama. Salah satu cara yang bisa dilakukan dengan menggunakan bahasa Jawa sebagai alat komunikasi dalam momen tertentu.

Mestinya kebijakan itu tidak hanya berlaku bagi ASN tapi termasuk anak-anak. Apabila hal itu bisa diwujudkan, diharapkan mereka bisa mengaplikasikan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari. (Ria)

BERITA REKOMENDASI