Pendidikan di saat Pandemi Covid-19, Kebijakan Khusus Lebih Tepat

YOGYA (KR) – Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof Dr Ariswan MSi melihat bahwa dalam menghadapi pandemi Covid-19, tidak perlu menggunakan kurikulum khusus. Kondisi
tidak normal tersebut memerlukan kebijakan khusus.

“Namun bisa sebuah kebijakan yang bisa menjamin tujuan pada setiap tingkatan pendidikan, tetap dengan 6 tahun bagi SD/MI, 3 tahun bagi SMP/MTs dan 3 tahun bagi SMA/SMK/MA,” kataProf Dr Ariswan MSi di Yogyakarta, kemarin.

Menurutnya, jika bicara tentang kurikulum pendidikan tentu harus mengacu pada Undang-Undang Sisdiknas. Di mana kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tersebut.

Berbeda dengan Ariswan, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari dapil DIY, H Cholid Mahmud setuju dengan rencana Kemendikbud untuk membuat kurikulum khusus. Ia menilai desain sebuah kurikulum selalu terkait dengan model pembelajarannya. Kurikulum yang ada sekarang disiapkan dengan model pembelajaran offline. Tentu tidak sepenuhnya relevan jika proses pembelajarannya dengan sistem online. “Saya dukung upaya tersebut, dengan tanpa mengurangi substansi tujuan pendidikan nasional,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI