Pendidikan Rendah Picu Kemiskinan

BANTUL (KRjogja.com) – Kemiskinan berhubungan erat dengan tingkat pendidikan, penduduk yang masuk golongan kaya  mempunyai jarak pendidikan yang lebar dengan penduduk miskin yang kebanyakan hanya SMP ke bawah.

Kepala BPS DIY, Y Bambang Kristianto menyebutkan dengan pendidikan yang rendah, penduduk miskin tidak mampu bersaing dengan penduduk golongan kaya yang berpendidikan tinggi. "Kebanyakan penduduk miskin bekerja di sektor pertanian dan 85 persen adalah petani gurem," papar Bambang kepada KRJogja.com di ruang kerjanya.

Data terakhir BPS DIY di bulan Maret 2016 Garis kemiskinan di DIY sebesar Rp 354.084 per kapita per bulan naik 5,42 persen dibanding kondisi September 2015 sebesar 347.721 per kapita per bulan. Penduduk yang konsumsinya berada di bawah garis kemiskinan pada Maret 2016 di DIY  terdapat 494,94 ribu orang, turun 55.29 ribu orang dibandingkan periode yang sama Maret 2015 penduduk miskinnya mencapai 550,23 ribu orang.

"Kondisi rumah warga miskin dengan sanitasi yang buruk, berdampak pula dengan psikologis warga miskin yang kemudian menutup diri dari pergaulan warga sekitarnya," paparnya.

Bambang menyebutkan definisi kemiskinan sebagai kondisi kehidupan di mana terdapat sejumlah penduduk tidak mampu mendapatkan sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok (basic needs) minimun dan mereka hidup di bawah tingkat kebutuhan minimum. 

"Maret 2016 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di pedesaan lebih tinggi mencapai 3,41 dibanding pedesaan sebesar 1,78 Sedang Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di pedesaan 1,05 sementara di perkotaan mencapai 0,38 persen yang menunjukkan kesenjangan pengeluaran konsumsi antar penduduk miskin di pedesaan jauh lebih lebar dibandingkan dengan perkotaan," jelasnya. (*-2) 

BERITA REKOMENDASI