Pendidikan Vokasi Harus Beradaptasi dengan Pandemi

Editor: KRjogja/Gus

Lebih lanjut Saufi menyampaikan program unggulan Direktorat Mitras DUDI lainnya, yakni melatih guru-guru dengan program Upskilling dan Reskilling yang menyasar 3.000 guru SMK produktif yang terpilih untuk ditingkatkan kompetensinya. Selain itu ada 500 kepala SMK yang ditingkatkan kemampuan manajerialnya. “Kepala SMK didirong bukan hanya sebagai Chief Education Officer tapi juga Chief Executive Officer agar bisa mengelola sekolahnya ibarat mengelola perusahaan.

Saufi juga menyampaikan beberapa program unggulan Ditjen Pendidikan Vokasi yang telah dilaunching pada Februari lalu. Di antaranya SMK Pusat Keunggulan yang menjadi program Direktorat SMK. Sebanyak 895 SMK diupgrade menjadi Center of Excellence (CoE) atau Pusat Keunggulan dengan diberikan fasilitas berupa sarana prasarana, termasuk peralatan serta pembinaan SDM. SMK PK juga menerapkan konsep 8+1 yang diharapkan bisa dicontoh SKM-SMK lainnya.

Sedangkan Direktorat Kursus dan Pelatihan memperioritaskan pada program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan program Pendidikan Kecakapan Kewirausahaan (PKW). Program ini menyasar pada lulusan SMK yang belum bisa lansung kerja. “Dengan dana yang diberikan Direktorat Kursus dan Pelatihan, mereka bisa memulai wiraisuaha atau menghasilkan pekerjaan baru,” imbuhnya. (Jan)

 

BERITA REKOMENDASI