Penerapan PPKM Level 3, Sultan Ingatkan Masyarakat Pentingnya Prokes

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan pemerintah pusat telah memutuskan PPKM level 3 di DIY. Adapun aturan detail berkaitan dengan itu dituangkan dalam Inmendagri Nomor 9 tahun 2022? yang diterima Pemda DIY pada Senin (07/02/2022).

Adanya Inmendagri tersebut ditindaklanjuti oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X dengan menerbitkan Instruksi Gubernur No.5/2022 tentang PPKM Level 3. Dalam instruksi Gubernur tersebut mengatur sejumlah pembatasan kegiatan masyarakat, salah satunya mal hingga pedagang kaki lima (PKL) hanya ?boleh buka sampai pukul 21.00 WIB.

“Kebijakan terkait PPKM level 3 saat omicron dengan Delta ada kemungkinan berbeda. Meski begitu saya tetap mengingat kepada seluruh masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker. Karena untuk saat ini yang paling penting protokol kesehatan tetap ditegakkan jadi pakai masker, itu prinsip,” kata Sultan di Bangsal Kepatihan, Selasa (08/02/2022).

Sultan mengatakan, PPKM Level 3 saat penularan Omicron ini berbeda dengan saat melonjaknya varian delta pada 2021 silam. Jadi masih memungkinkan untuk fleksibel dan memberikan sedikit ruang dalam beraktivitas.

Adapun terkait adanya pembatasan terutama di sektor wisata, sampai saat ini masih dilakukan pembahasan secara lebih detail. “Saya kira kondisi untuk PPKM level 3 kali ini ?berbeda dengan saat itu (delta), jadi mungkin bisa lebih lentur (feksibel) dalam arti lebih memberikan ruang, karena delta sama omicron berbeda,” ujar Sultan.

Perlu diketahui dalam Ingub sektor esensial dibagi menjadi lima yaitu keuangan, pasar modal, teknologi informasi, perhotelan boleh beroperasi dengan pembatasan 50 persen dan industri ekspor dibatasi maksimal 75 persen. Sedangkan sektor kritikal seperti kesehatan, penanganan bencana, keamanan dan ketertiban boleh beroperasi 100 persen.

Selain itu lewat instruksi tersebut Gubernur DIY juga mengatur jam operasional supermarket atau mal, pasar tradisional dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari hingga pukul 21.00 WIB. Kemudian pasar rakyat yang menjual non kebutuhan sehari-hari hanya boleh beroperasi hingga pukul 20.00 WIB dengan kapasitas maksimal 60 persen.

Adapun untuk PKL, toko kelontong dan sejenisnya hanya boleh beroperasi hingga pukul 21.00 WIB. Sedangkan untuk warung makanan dan minuman seperti PKL dan sejenis hanya boleh beroperasi hingga pukul 21.00 WIB dan kapasitas waktu makan maksimal 60 menit.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Biro Umum, Humas dan Protokol (UHP) Setda DIY Ditya Nanaryo Aji melaporkan kasus konfirmasi positif harian Covid-19 di DIY bertambah 331 kasus sehingga total 159.219 kasus pada Selasa (08/02/2022). Rerata kasus positif harian mencapai 3,49 persen dengan jumlah kasus aktif mencapai 2.001 kasus.

“Kasus Covid-19 trennya mulai naik lagi saat ini. Riwayat sementara kasus terkonfirmasi Covid-19 yang baru tersebut 175 kasus berasal dari tracing kontak kasus positif dan 156 kasus periksa mandiri,” ujarnya.

Ditya mengatakan angka kesembuhan sebanyak 53 kasus dengan demikian total kasus kesembuhan di DIY mencapai 151.938 kasus. Sementara itu, kasus pasien meninggal dunia akibat Covid-19 di DIY dilaporkan terjadi penambahan 1 kasus sehingga total kasus meninggal menjadi 5.280 kasus.

“Jumlah orang yang diperiksa sampelnya di DIY sebanyak 9.496 orang. Case recovery rate (CRR) atau tingkat kesembuhan sebanyak 95,43 persen dan Case Fatality Rate (CFR) atau tingkat fatalitas kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 3,32 persen di DIY,” paparnya.

Selanjutnya, Ditya menyampaikan jumlah ketersediaan Tempat Tidur (TT) di 27 RS Rujukan Covid-19 mencapai 1.261 bed. Jumlah ketersediaan tempat tidur critical mencapai 141 bed dan terpakai 14 bed, sedangkan jumlah ketersediaan tempat tidur non critical mencapai 1.120 bed dan terpakai 182 bed.

“Keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) RS Rujukan di DIY total di kisaran 16,97 persen dengan rincian BOR Isolasi mencapai 17,5 persen dan BOR ICU mencapai 12,77 persen,” imbuhnya. (Ria/Ira)

BERITA REKOMENDASI