Penerapan Zonasi Guru, Butuh Kecermatan Perencanaan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Rencana Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY untuk memberlakukan zonasi bagi guru mendapatkan respons positif. Kendati demikian, supaya penyebaran gurunya bisa benar-benar merata dan kualitas pendidikan tetap terjaga, perlu diimbangi dengan kecermatan perencanaan. Dengan adanya kecermatan perencanaan, diharapkan target yang ditentukan bisa tercapai.

”Adanya rencana penerapan zonasi bagi guru, pasti memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya tentu jarak rumah dengan sekolah semakin dekat, sehingga bisa menekan keterlambatan guru dan secara ekonomis guru juga tidak mengeluarkan biaya besar untuk menuju tempat tugas. Dampak negatifnya karena kebijakan zonasi guru bisa jadi sekolahan itu tidak mendapatkan guru berkualitas, karena penyebaran guru berkualitas tidak seiring dengan zonasi,” papar guru SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta, Ahmad Zainal Fanani SPd MA di Yogyakarta, Kamis (22/03/2018).

Ahmad Zainal Fanani mengungkapkan, selain ada kekhawatiran bisa mempengaruhi kualitas pendidikan di sekolah, seandainya zonasi guru diterapkan bisa jadi juga akan terjadi rasa kurang menghargai terhadap guru. Hal itu terjadi karena guru yang mengajar di sekolah adalah tetangganya sendiri yang setiap hari ketemu.

Oleh karena itu seandainya zona guru mau diterapkan,harus dipilihkan seorang kepala sekolah andal, sehingga bisa mengelola dan membawa sekolah lebih maju. ”Saya kira guru-guru yang potensial harus dipetakan seiring dengan zonasi guru, walaupun mungkin agak jauh jaraknya,” ujar mantan Ketua PGRI DIY tersebut.

Waka Kesiswaan SMAN 9 Yogyakarta Budi Sarwanto SAg menyambut baik rencana akan ada zonasi tugas bagi guru. Kalau misal dirinya kemudian ditugaskan di SMAN 1 Kalasan Sleman akan lebih meringankan beban jarak tempuh. Dekatnya tempat tinggal dengan tempat tugas akan lebih bisa mengoptimalkan kinerja.

”Kami menyambut baik rencana seperti itu. Dulu saya tugas di Kulonprogo, kemudian pindah tugas di SMAN 9 Yogyakarta, yang jaraknya lebih dekat,” kata Budi Sarwanto.

Jarak itu akan semakin dekat kalau kemudian ditugaskan di SMAN Kalasan atau Prambanan. Banyak keuntungan tempat tinggal dekat dengan tempat tugas. (Ria/War)

BERITA REKOMENDASI