Pengajuan Dispensasi Kawin Didominasi ‘Hamil Duluan’

YOGYA, KRJOGJA.com – Hingga semester 2019, Pengadilan Agama (PA) Kota Yogyakarta menerima 17 pengajuan Dispensasi Kawin (DK). Jumlah ini turun dibandingkan tahun lalu dengan periode yang sama, mencapai 24 pengajuan.

Dari semua pengajuan DK tersebut hampir semuanya karena sudah hamil duluan. Pengajuan DK terpaksa dilakukan, karena kedua atau salah satu dari calon mempelai belum cukup umur sesuai dengan regulasi. Dalam hal ini Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974. Dalam UU tersebut disebutkan, jika batas minimal usia menikah adalah 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki.

Baca Juga: "Semangka Aku Pernah Dipegang"

"Rata-rata yang mengajukan DK ke kami usianya 16 tahun, baik laki-laki maupun perempuannya. Namun ada juga yang masih 14 tahun. Tapi sedikit sekali. Kalau untuk alasan karena sudah hamil duluan," kata Panitera Muda Hukum PA Kota Yogyakarta Rosiati, Selasa (24/9/2019).

Pengajuan tersebut diungkapkan Rosiati, masih sesuai dengan UU lama. Sedangkan UU tersebut saat ini sudah di revisi. Dimana batas usia menikah baik laki-laki maupun perempuan sama, yakni 19 tahun.

Tidak semua pengajuan DK dikabulkan oleh PA. Terutama jika kedua calon mempelai tidak ada permasalahan apa-apa atau belum mengarah ke perbuatan zina. Namun lebih desakan orangtua. Karena merasa tidak nyaman melihat anaknya pacaran terus. Untuk kasus seperti ini, dari PA memilih untuk tidak mengabulkan permohonan tersebut. Dengan alasan untuk masa depan.

"Tapi ada juga yang masih proses ternyata sudah melahirkan. Karena semua pengajuan itu tetap harus melalui persidangan setidaknya dua kali. Mungkin karena usai kehamilannya sudah besar, jadi belum jadi menikah ternyata sudah melahirkan," ungkapnya.

Baca Juga: Ssttt.. Ingin Memiliki Payudara Indah, Ini Tipsnya

Senada diungkapkan Humas PA Kota Yogyakarta Sultoni. Jika memang tidak ada syariah yang dilanggar, maka pengajuan DK akan ditolak. Biasanya dari PA juga memberikan nasihat baik kepada calon mempelai maupun kedua orangtuanya. Di tengah usia yang masih muda, bisa menempuh pendidikan yang lebih tinggi serta masih ada kesempatan untuk berkarir, dikhawatirkan setelah menikah maka mereka hanya berkutat pada masalah rumah tangga saja.

"Saat itu semuanya sepahaman dengan kami. Baik orangtua maupun calon mempelai. Meskipun tingkat kedewasaan itu tidak bisa dilihat dari usia, tetap saja itu menjadi pertimbangan kami untuk memilih menolak," ungkapnya.(Awh)

BERITA REKOMENDASI