Pengajuan Sumbu Filosofi Disempurnakan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA – Pemda DIY masih menyempurnakan peta dan memastikan management plan pengajuan sumbu filosofi sebagai warisan budaya dunia kepada United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Perbaikan yang utama baik peta maupun master plan pengajuan sumbu filosofi ini ditargetkan sudah sampai kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) kemudian dikirimkan kembali UNESCO pada September 2021 mendatang.

“Kita diminta menyempurnakan perbaikan peta dan management plan sumbu filosofi, salah satunya kita telah berkirim surat kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik di provinsi maupun Kabupaten/Kota yang masuk dalam sumbu filosofi agar memberikan masukan. Jadi kaitannya dengan sumbu filosofi menurut versi masing-masing OPD kota/kabupaten yang dilalui itulah yang akan dikompilasikan atau dirangkum menjadi satu,” tutur Paniradya Pati Kaistimewan Aris Eko Nugroho di Kompleks Kepatihan, Kamis (27/05/2021).

Aris mengatakan Pemda DIY melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY telah menginisiasi pertemuan dengan siapapun stakeholder yang menjadi stakeholder di sumbu filosofi nantinya. Pihaknya meminta perbaikan peta dan management plan ini segera disempurnakan secepatnya karena proses pengajuan sumbu filosofi sebagai warisan budaya dunia kepada UNESCO terus berjalan.

“Kita masih ada bangunan cagar budaya tingkat nasional di kawasan yang dilalui sumbu filosofi yang masih bangunan yang bermasalah hingga saat ini yaitu eks Hotel Tugu. Inilah yang perlu dikoordinasikan lebih lanjut dengan pusat dan pemilik atau ahli waris yang prosesnya masih berjalan hingga saat ini,” tandasnya.

Plt Kepala Disbud DIY tersebut menyatakan Kemendikbud juga sangatlah ‘concern’ dengan penyelesaian bangunan cagar budaya yang kini terbengkalai tersebut apakah akan tetap dikelola pemilik atau diambil alih (dibeli) Pemda DIY nantinya. Jika permasalahan bangunan cagar budaya bekas Hotel Tugu ini tidak segera diselesaikan maka akan mengganggu proses pengajuan sumbu filosofi Yogyakarta sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO.

“Kami sudah berkali-kali berbicara dengan pemilik yang akan tetap mempertahankan atau melanjutkan alias diambil alih atau akuisisi oleh Pemda. Semua harus dilaporkan kepada pemerintah dan belum ada keputusan pemilik ataupun ahli waris eks Hotel Tugu hingga saat ini,” ungkap Aris.

Dalam hal ini, pihaknya sangat berhati-hati berkaitan akuisisi terhadap eks hotel Tugu dengan menggandeng Pemerintah Pusat. Pendanaan akuisisi tersebut tidak bisa di ditanggung Pemda semata tetapi harus dibantu pusat karena ini merupakan bangunan cagar budaya nasional. (Ira)

BERITA REKOMENDASI