Penganut Kepercayaan Rasakan Semangat Toleransi Warga Yogya

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Para penganut kepercayaan di DIY merasa aman dan nyaman tinggal Yogya. Di daerah istimewa ini mereka dapat melaksanakan ibadah yang dianutnya tanpa ada tekanan maupun intimidasi dari pihak manapun. Bagi para penganut kepercayaan, Yogya sebagai 'City of Tolerance' benar-benar dirasakan oleh mereka.

"Tak ada kendala yang sangat berarti, semua lancar dalam melaksanakan ritual maupun peribadatan masing-masing di setiap sanggar paguyubannya. Semuanya berjalan lancar," tegas Anggota Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) DIY, Harjo Sudarjono dalam sarasehan kebangsaan yang digelar di kawasan Jalan Jogokaryan Yogyakarta, Selasa (28/01/2020).

Harjo Sudarjono mengungkapkan MLKI di DIY hingga saat ini telah memiliki kurang lebih 10.000 anggota yang tergabung dalam 42 paguyuban. Hak-hak mereka dalam beribadah sebagai penganut kepercayaan selalu dilindungi pemerintah daerah, sama halnya yang diberikan kepada umat enam agama lain yang ada di tanah air. 

Ia berharap budaya penuh toleransi di DIY senantisa dapat terus terbina. Walau berbeda dalam hal agama maupun kepercayaan, hendaknya itu semua tak menjadikan jarak pemisah antara umat dalam bermasyarakat.

"Justru sebaliknya perbedaan tersebut dapat menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa ini dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Semangat toleransi itu yang harus kita jaga," jelasnya.

Harjo Sudarsono menambahkan kegiatan sarasehan kebangsaan bertujuan untuk memperat tali silaturahmi antar anggota. Selain itu, sarasehan ini bertujuan memperkenalkan diri terhadap masyarakat luas terkait paguyuban MLKI.

Sementara itu Kasubditbintibsos Ditbinmas Polda DIY, Kompol Cahyo Wicaksono menegaskan keamanan dan ketertiban serta iklim kondusif merupakan tanggungjawab bersama. Seluruh elemen masyarakat harus memiliki kesadaran untuk menciptakannya, minimal di wilayah tempat tinggalnya masing-masing. (*)

BERITA REKOMENDASI