Pengelola Toko Kawasan Malioboro Keluhkan Rencana Pembatasan Pengunjung

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pembatasan kunjungan Malioboro paling banyak 2.500 orang saat penerapan New Normal yang diperkirakan akan dilakukan Juli mendatang mendapat keluhan dari pengusaha maupun pemilik toko anggota Perkumpulan Pengusaha Malioboro – Ahmad Yani Yogyakarta (PPMAY). Mereka meminta kebijakan tersebut ditinjau ulang, apalagi toko-toko kini telah menerapkan protocol kesehatan antisipasi Covid-19,

“Rata-rata 10.000 pengunjung setiap harinya, bila dibatasi hanya 2.500 orang jelas memukul bisnis, perekonomian di kawasan Maliobooro,” tutur Koordinator PPMAY Karyanto Yudomulyono, Jumat (19/06/2020).

Disebutkan ada 220 toko anggota PPMAY, ratusan PKL juga ribuan karyawan dan anggota keluarga bergantung hidup dengan gerak perekonomian Malioboro. Dari jumlah itu saat ini hanya 45 persen toko yang buka, sisanya masih memperhitungkan untuk buka kembali. “Omzet toko-toko sudah naik 30 persen namum masih belum menutup biaya operasional,” ujarnya.

Rencana pembatasan pengunjung membuat banyak pemilik toko berpikir ulang untuk buka kembali dengan pengunjung yang sangat minim. “Sebelumnya kita sudah mendorong anggota untuk membuka tokonya dengan kewajiban melayani masyarakat luas,” ujarnya. (R-4)

BERITA REKOMENDASI