Pengelolaan Keuangan dan Kebersihan di Era Covid-19

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Berkembangnya Isu Covid-19 menimbulkan ketakutan dari berbagai pihak Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini hanya berada di kisaran 4,5 persen.

“Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia merupakan salah satu penyokong perekonomian,” kata Firsty Ramadhona Amalia Lubis SE MEc Dev, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UAD kepada KRJOGJA.com, Sabtu (09/01/2021).

Disebutkan, UMKM di Indonesia memiliki jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan perusahaan yang berskala besar. Kantin Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merupakan salah satu bentuk UMKM yang dimiliki yang berada di lingkungan universitas.

“Banyak permasalahan yang timbul dalam hal pengembangan usaha diakibatkan kondisi pandemi Covid- 19 yang terjadi pada saat ini,” ujarnya.

Melihat realitas itu, Firsty Ramadhona Amalia Lubis dan Lestari Sukarniati SE MSi mengadakan sosialisasi dan pelatihan tentang Perbaikan Pengelolaan Keuangan dan Kebersihan di Tengah Isu Covid-19 Kantin UAD. Kegiatan diselenggarakan dalam empat tahap. Pelaksanaan Pengabdian tahap pertama diselenggarakan dengan materi sosialisasi kebersihan kantin.

Kegiatan pengabdian tahap kedua diselenggarakan dengan agenda pelatihan pemasaran kantin UAD. Kegiatan ketiga dilaksanakan dengan materi sosialiasasi dan pelatihan penyusunan laporan keuangan.

Terakhir kegiatan dilaksanakan Sabtu, 5 Desember 2020 dengan agenda pemberian alat-alat kebersihan kantin. Kegiatan pengabdian ini dihadiri oleh anggota dan semua pengurus Kantin UAD kampus 1, Jalan Kapas Semaki sebanyak 15 orang.

Menurut FR Amalia Lubis, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pengelola kantin tentang bagaimana panduan pelaksanaan kebersihan dan keselamatan dalam mengelola kantin di tengah kondisi Covid-19. Kegiatan juga bertujuan untuk memberi pelatihan tentang prosedur pemasaran online dan penyusunan laporan keuangan kantin yang baik.

“Kegiatan yang diselenggarakan dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan bertujuan untuk meningkatkan kepedulian mereka terhadap masalah ekonomi dan memberi kesempatan untuk berkontribusi mengatasi masalah,” tandasnya. (Jay)

UAD

BERITA REKOMENDASI