Pengembalian Rampasan 57 Ribu Ton Emas Milik HB II Cuma Kiasan

YOGYA, KRJOGJA.com – Trah HB II meminta pemerintah Inggris mengembalikan barang-barang jarahan termasuk emas batangan dalam jumlah sangat banyak kepada Kraton Yogyakarta atau keturunan HB II. Hal ini mendapat dukungan dari Lembaga Kajian Nusantara (Lokantara) yang menilai perjuangan mengembalikan barang rampasan tersebut merupakan upaya melestarikan wasiat Amangkurat Amral.

Ketua Lokantara, Dr Purwadi mengatakan adanya penyebutan 57 ribu ton emas beberapa waktu terakhir sebenarnya merupakan makna kiasan dari banyaknya emas yang dirampas pada masa HB II dahulu. “Itu makna hiperbola untuk menggambarkan begitu banyaknya emas yang dirampas oleh Raffles, mantan Gubernur Hindia Belanda asal Inggris pada masa HB II itu,” ungkap Purwadi ketika berbincang, Senin (27/7/2020)

Purwadi mengungkap HB II semasa hidup memang cukup lama menghabiskan waktu di Saradan Madiun dan mengajarkan warga Desa Jenangan untuk menyepuh emas. Usaha menyepuh emas merupakan warisan dari Sri Susuhan Amangkurat II (Amangkurat Amral) yang memang sangat kaya.

“Sinuwun Amangkurat Amral memang kaya. Berkuasa di kerajaan Mataram tahun 1677 sampai 1705. Asalnya dari Surabaya, dan beliau mendirikan Kabupaten Mojokerto. Modal emas untuk pengabdian sosial. Gugatan emas 57 ribu ton itu sebetulnya atas jasa dan warisan Sinuwun Amangkurat Amral,” ungkap Purwadi.

Purwadi menilai gugatan pengembalian emas oleh pemerintah Inggris layak mendapat dukungan. Ada empat kelompok loyalis HB II yang menggugat atasanama Trah HB II yakni Bedander, Sadon, Mrican dan Dolopo.

“Kelompok catur kencana sagotra inilah pengikut setia Sultan Hemengku Buwono II. Abdi dalem keturunan catur kencana sagotra membuat Paguyuban Trah HB II. Warisan Sinuwun Amangkurat Amral memang harus diselamatkan. Batangan emas ini berharga ribuan trilyunan. Perjuangan mereka pantas didukung. Mereka telah melestarikan wasiat Sinuwun Amangkurat Amral,” ungkapnya lagi.

Sementara Sejarawan UGM, Bahauddin menyampaikan terkait rampasan atau jarahan Hindia Belanda saat masa Gubernur Jendral Thomas Raffles memang tertuang dalam naskah Babad Panular yang kemudian ditranskrip oleh Peter Carey dalam bukunya, Inggris di Jawa. Namun begitu, tak dijelaskan secara spesifik berapa banyak barang yang dijarah saat Kraton Yogyakarta kalah saat masa jumeneng HB II tersebut.

“Dalam Babad Panular memang dijelaskan dengan lebih detail dan telah ditranskrip oleh Peter Carey dalam bukunya. Namun, yang dirampas itu sebenarnya harta milik Kasultanan (lembaga) bukan hanya milik pribadi HB II,” ungkap Bahauddin. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI