Pengembangan Stasiun Tugu Harus Mendukung Kawasan Sumbu Filosofis

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pengembangan Stasiun Tugu yang berbasis Transit Oriented Development (TOD) harus tetap disinkronisasi dengan kerangka besar revitalisasi kawasan Malioboro. Penyelarasan pengembangan Stasiun Tugu dengan penataan kawasan Malioboro tersebut tidak hanya meliputi desain semata, namun tetap harus memperhatikan unsur budaya guna mendukung sebagai kawasan sumbu filosofis.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY Muhammad Mansur mengatakan paska kesepakatan bersama ditandatangi antara Pemda DIY, Pemkot Yogyakarta, Kraton Yogyakarta, PT KAI (Persero) dan PT Hutama Karya (Persero) tentang pegembangan Stasiun Tugu berbasis TOD memang harus diselaraskan dengan grand desain revitalisasi kawasan Malioboro. Prinsipnya kesepakatan bersama tersebut guna mensinergikan baik dari sisi teknis maupun dari sisi lainnya.

"Kami dari Dinas PUPESDM DIY sepakat dengan adanya kesepakatan bersama itu, karena guna mendukung kawasan strategis sumbu filosofis," ujar Mansur di Kompleks Kepatihan, Selasa (30/10/2018).

Mansur menyampaikan pihaknya yakin PT KAI (Persero) sudah mempunyai desain pengembangan Stasiun Tugu tetapi tentu sudah mensinergikan dengan grand desain kawasan Malioboro. Namun secara pasti, Mansur mengaku belum melihat langsung desain pengembangan Stasiun Tugu nantinya.

"Sinkronisasi desain tidak hanya bagi jalur pedestrian semata, tetapi bangunannya tetap harus menyesuaikan dengan budaya. Termasuk fasad bangunan Stasiun Tugu harus disesuaikan dan kami berkeinginan itu semua harus green building atau ramah lingkungan agar efisien serta efektif," terangnya.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPESDM DIY ini sekaligus menambahkan perihal progres pembangunan revitalisasi jalur pedestrian kawasan Malioboro sisi Barat dan pembangunan sentra pedagang kaki lima (PKL) di eks bioskop Indra berjalan 'on the track'. Revitalisasi dan pembangunan keduanya disampaikan tidak ada masalah dan dijadwalkan akhir tahun ini selesai sesuai target yang ditetapkan.

"Kami benar-benar berkonsentrasi menyelesaikan pembangunan fisik jalur pedestrian kawasan Malioboro maupun pembangunan sentra PKL di bekas bioskop Indra. Masalah pemindahan dan pengaturan PKL di kawasan Maliboro baru dilakukan setelah pembangunan fisiknya rampung bersama- sama dengan Pemkot Yogyakarta nantinya," tutur Mansur. (Ira)

BERITA REKOMENDASI