Pengemudi Becak Motor Kebingungan Malioboro Bebas Kendaraan Bermotor

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY) mendatangi DPRD DIY, Senin (2/11/2020). Mereka meminta pemda untuk memperbolehkan becak motor beroperasi saat ujicoba Malioboro tanpa kendaraan bermotor yang dimulai Selasa (03/11/2020).

Parmin, Ketua PBMY menyatakan tak memiliki pilihan banyak selain mengadu pada dewan. Pasalnya, ribuan anggotanya terancam tak bisa mengais nafkah selama 13 hari penerapan ujicoba pedestrian Malioboro.

“Kami mengadu ke wakil kami di DPRD. Kami tidak takut apapun, kecuali istri dan kawan-kawan bentor yang lapar. Kami minta tetap bisa beroperasi,” tegas Parmin.

Parmin dan para pengemudi becak motor menilai, aturan yang diciptakan terkait Malioboro bebas kendaraan bermotor tak berpihak pada rakyat kecil. Seolah, pemda ingin lekas mengusir masyarakat kecil dari ladang mencari uang di Malioboro.

“Ini yang kami ingin tanyakan, semua hanya takut atasan saja tidak takut Tuhan. Bagaimana peraturan dibuat kok sepertinya rakyat kecil diminta angkat kaki dari Malioboro,” sambung dia.

Sebelumnya, Pemda DIY bersiap menggelar ujicoba Malioboro tanpa kendaraan bermotor selama 13 hari. Hal tersebut dinilai berdampak pada becak motor yang secara aturan tak boleh masuk ke wilayah Malioboro, berbeda dengan andong, becak kayuh dan sepeda yang tetap bisa masuk. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI