Penggunaan QRIS di DIY Terus Meningkat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Jumlah merchant penyedia alat pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) semakin meningkat di DIY. Jumlah merchant QRIS di DIY yang kini telah mencapai 181.395 merchant pada Maret 2021 atau meningkat 20,99 persen dibanding akhir Desember 2020. Seiring meningkatnya penggunaan QRIS tersebut, maka guna melayani transaksi pembayaran yang lebih besar maka diusulkan adanya kenaikan plafon.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Miyono menyampaikan BI telah merilis aturan main QRIS melalui Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 21 Tahun 2019 tentang Implementasi QRIS untuk Pembayaran dengan transaksi maksimal dibatasi Rp 2 juta. Menurut aturan tersebut, satu jenis QR Code bisa digunakan oleh seluruh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).

“QRIS wajib digunakan dalam setiap transaksi pembayaran di Indonesia yang difasilitasi dengan QR Code pembayaran yang wajib diberlakukan sejak awal tahun lalu. Sebagai syarat operasi, PJSP diwajibkan untuk siap secara operasional, memiliki standar keamanan dan keandalan sistem, serta menerapkan manajemen risiko dan perlindungan konsumen,” tuturnya.

Miyono mengatakan pertumbuhan penggunaan QRIS maupun merchant QRIS di DIY ini seiring pesatnya arus digitalisasi dan peningkatan shifting behaviour masyarakat Indonesia dalam bertransaksi sehingga harus direspon agar tidak ketinggalan. Artinya teknologi itu berkembang cepat dan semuanya harus beradaptasi, sehingga BI terus berupaya meningkatkan sosialisasi dan edukasi penggunaan QRIS kepada masyarakat maupun merchant secara masif.

“Kami sangat berharap seluruh masyarakat bisa meningkatkan penggunaan transaksi contactless (nirsentuh) dalam rangka menjaga protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dikala pandemi. Kami terus berkolaborasi dengan PJSP dan melakukan sosialisasi QRIS untuk mencapai target QRIS 312 ribu di DIY sekaligus dalam Program 12 Juta Merchant QRIS secara nasional pada 2021 ini,” tegasnya.

Dengan meningkatnya penggunaan QRIS tersebut, Miyono mengungkapkan BI tengah melakukan kajian atas usulan untuk meningkatkan plafon yang kini dibatasi maksimal Rp 2 juta. Kenaikan plafon ini agar bisa memfasilitasi pembayaran transaksi-transaksi yang agak besar dengan menggunakan kanal QRIS.

“Plafon QRIS maksimal Rp 2 juta saat ini, kami baru usulkan untuk dinaikkan plafonnya bisa Rp 5 juta atau Rp 10 juta nantinya. Supaya bisa memfasilitasi pembayaran transaksi-transaksi yang agak besar nantinya,” tambahnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI