Penghapusan Denda PKB Diperpanjang Hingga 31 Desember 2020

YOGYA, KRJOGJA.com – Kebijakan penghapusan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) selama masa pandemi Covid-19 diperpanjang lagi hingga 31 Desember 2020. Harapannya kebijakan ini bisa membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang lesu karena pandemi Covid-19. Sampai 15 Oktober 2020 sudah 39.463 kendaran roda dua (R2) dan 8.279 kendaraan roda empat (R4/mobil) yang memanfaatkan.

“Denda keterlambatan pembayaran PKB yang dihapus senilai Rp 2,8 M (R2) dan Rp 5,7 M (R4) atau total Rp 8,5 M. Meski ada loss (kehilangan) pendapatan denda, tetapi kebijakan ini sangat membantu masyarakat dalam kewajiban membayar PKB,” jelas Kepala Kantor Pelayanan Pajak DIY (KPPD/Samsat) Kota Yogya Dra Karti Peni Mahanani MM kepada KRJogja.com, Rabu (21/10) siang di kantornya, Jalan Tentara Pelajar 13 Yogya.

Peni menyebutkan banyak warga yang terlambat membayar PKB karena dampak Covid-19. “Namun banyak juga yang sudah 2-3 tahun terlambat memanfaatkan kesempatan ini. Keterlambatan H+2 kena denda 25 persen dan tiap bulan ditambah 2 persen, setahun denda bisa 49 persen. Penghapusan denda PKB sangat membantu warga, dari sisi penerimaan pajak juga bisa stabil di masa pandemi,” ujarnya.

Peni menjelaskan Samsat Kota Yogya dengan outlet layanan pembayaran PKB di Galeria Mall, BPD Giwangan Samsat Keliling (Samling) juga menyiapkan layanan Go Door dan Go Jak untuk jemput bola datang ke lokasi dengan permintaan masyarakat. “Kemudian Loket Khusus dan Umum di Samsat Bumijo, yang Minggu ke-4 Oktober 2020 akan ditambah Loket Cepat hanya dengan membawa KTP dan STNK atasnama wajib pajak yang datang langsung,” jelasnya
Sementara penolakan wacana penghapusan pajak kendaraan nol persen, lanjut Peni, justru saat ini pembelian kendaraan bermotor baru mulai naik lagi walau masih jauh dibanding sebelum pandemi Covid-19 terlihat dari data Bea Balik Nama kendaraan baru (BN 1).

“BN 1 di bulan Januari (1.931), Februari (1.981), Maret (1.848), April (1.218), menurun drastis di bulan Mei (436), Juni (491), merangkak naik lagi Juli (716), Agustus (809) dan September (918), turunnya masih di kisaran 50-60 persen dibanding masa sebelum pandemi,” jelasnya. (R-4)

BERITA REKOMENDASI