Penguasaan Teknik Budidaya Tanaman, Cegah Gagal Panen

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Intensitas hujan yang cukup tinggi dan kondisi iklim yang kurang bersahabat dalam beberapa waktu terakhir, mengakibatkan para petani cabai mengalami gagal panen. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian dari petani, agar kerugian yang dialami bisa ditekan.

Salah satu caranya dengan menjaga sanitasi lahan dan membersihkan tanaman. Apabila ada tanaman yang sudah telanjur terkena serangan harus dicabut supaya tidak menular.

“Kecermatan petani cukup penting untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen. Mengingat dalam musim penghujan seperti sekarang menanam cabai dari sisi teknis budi daya kurang menguntungkan. Tetapi kalau dilihat dari sisi ekonomi sangat menguntungkan, karena harga cabai di pasaran masih tinggi. Sehingga petani yang bisa menguasai keadaan akan memperoleh keuntungan dari komoditi cabai tersebut,” kata pengamat pertanian dari Akademi Pertanian (Apta) Yogyakarta, Ir Supriyati MP.

Baca juga :

Mengejutkan! Pelatih PSS Eduardo Perez Moran Mendadak Mundur
Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Resmi Ditahan

Supriyati mengungkapkan, guna mengantisipasi terjadinya gagal panen, selain selektif dalam menentukan jenis tanaman, petani harus menguasai teknik budi daya tanaman, termasuk cabai. Misalnya memilih varietas benih cabai yang tidak rentan terhadap jamur pathek atau busuk buah, melakukan perawatan yang maksimal.

Mulai dari membuat ‘bedeng’ yang lebih tinggi, mengatur jarak tanam, pengendalian hama dan penyakit lebih intensif seminggu sekali. Karena di musim hujan kelembaban tinggi dan kondisi itu sangat disukai oleh jamur. Untuk mengatasi adanya jamur itu perlu dilakukan penyemprotan intensif, selain itu menggunakan mulsa plastik untuk mengurangi gulma.

“Sebetulnya terjadinya gagal panen akibat intensitas hujan yang tinggi, bisa dihindari apabila petani menguasai teknik budi daya secara baik. Dengan begitu selain tanaman cabai bisa tumbuh dengan baik, hasil panen yang diperoleh diharapkan bisa optimal. Selain beberapa hal di atas saya kira juga perlu adanya pembinaan dari tenaga penyuluh pertanian,” ungkap Supriyati.

Lebih lanjut Supriyati mengungkapkan, di era globalisasi seperti sekarang tidak ada salahnya apabila petani mulai memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan hasil produksi. Mengingat pemanfaatan teknologi tersebut cukup efektif, tidak sekadar untuk meningkatkan hasil panen, tapi juga menambah wawasan tentang cara bercocok tanam yang baik dan benar. (Ria)

BERITA REKOMENDASI