Penguatan Kapasitas, Mafindo Selenggarakan ToT Verifikasi Informasi

YOGYA, KRJOGJA.com – Terselenggaranya pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018 dan pemilihan presiden (pilpres) 2019 digadang-gadang bakal membuat penyebaran hoax semakin meningkat. Berangkat dari permasalahan tersebut, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Yogyakarta melaksanakan penguatan kapasitas dengan ToT verifikasi informasi untuk menyumbang daya upaya melawan hoax.

Koordinator Mafindo Yogyakarta Valentina Sri Wijiyati mengungkapkan, kegiatan yang diikuti oleh relawan Mafindo ini diharapkan mampu menguatkan pengetahuan dan ketrampilan. Sehingga nantinya seluruh relawan lebih siap dalam melakukan kerja-kerja melawan hoax.

"Mafindo komunitas baru masih perlu menguatkan pengetahuan dan ketrampilan untuk kemudian melakukan kerja-kerja melawan hoax lewat pendidikan populer, bertemu komunitas-komunitas," tuturnya kepada KRjogja.com disela-sela kegiatan yang digelar di gedung Pascasarjana Universitas Atma Jaya Yogyakarta UAJY, Selasa-Rabu (07-08/03/2018).

Wijiyati menambahkan, pada kesempatan kali ini terdapat tiga materi yang dibagikan kepada relawan. Sesi pertama, kepala program studi ilmu komunikasi UAJY Ranggabumi Nuswantoro memaparkan materi mengenai teknik-teknik presentasi, mulai dari isi pesan hingga gaya penampilan semuanya dibahas secara tuntas.

Usainya, kegiatan dilanjutkan kepala program studi pascasarjana ilmu komunikasi Lukas S. Ispandriarno yang menyampaikan materi berkenaan dengan etika. Sesi kedua, dihari selanjutnya barulah kesempatan ketua Mafindo Septiaji Eko Nugroho menyajikan materi verifikasi informasi, seperti apa yang harus disiapkan oleh relawan dan peralatan apa saja yang bisa dikenakan.

"Jadi kerja utamanya  verifikasi informasi, ada fact checking. Tapi ketika menyampaikan kerja itu ke masyarakat perlu ketrampilan lain. Bagaimana menyajikan isi yang kita punya ke audiens dengan efektif. Selain itu kita perlu tau landasan etis makanya kita belajar etika terkait dengan verifikasi informasi. Hari kedua intu kerja verifikasi informasi, kerjanya gimana alat yang kita punya apa," pungkasnya. (Mg-10)

BERITA REKOMENDASI