Pengunduran Muktamar Bukan Sekadar Periodisasi

YOGYA, KRJOGJA.com – Keputusan untuk mengundurkan muktamar adalah hal yang sangat berat luar biasa. Apalagi bagi seorang ketua yang juga menjadi subjek, keputusan untuk memundurkan itu sangat berat. Dan bagi pimpinan Muhammadiyah serta organisasi otonom seperti Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah ini pertimbangannya bukan sekadar pertimbangan periodisasi.

“Pengunduran muktamar di lingkungan Muhammadiyah ini lebih pada untuk kepentingan bangsa bahkan semesta,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir ketika memberikan amanat Pembukaan Sidang Tanwir 3 Nasyiatul Aisyiyah di Kantor PP Muhammadiyah Jl Cik Ditiro, Minggu (6/9). Sidang Tanwir diikuti 34 wakil wilayah dan daerah se Indonesia dan dilaksanakan secara daring. Pidato iftitah disampaikan Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah Dyah Puspitarini.

Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah Dyah Puspitarini mengemukakan, sebagaimana diketahui pelaksanaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah rencananya dilaksanakan November 2020. Namun karena wabah Covid-19 melanda Indonesia dalam rapat pleno Maret 2020 memutuskan untuk menunda muktamar pada 2021. “Namun ternyata wabah tidak berkurang, karenanya kemudian dalam rapat pleno Agustus lalu dengan mendengarkan pertimbangan MCCC PP Muhammadiyah kami memutuskan kembali untuk menunda pelaksanaan muktamar hingga 2022,” ujar Dyah.

BERITA REKOMENDASI