Pengunjung GL Zoo ‘Kethuthuk’ Parkir Mobil Rp 30 Ribu, Pemkot Lepas Tangan?

YOGYA, KRJOGJA.com – Pengunjung GL Zoo Selasa (27/6/2017) kemarin dikejutkan dengan tarif parkir mobil yang harus dibayarkan saat mengunjungi kebun binatang andalan DIY ini. Bukan Rp 5 ribu atau Rp 10 ribu, pengunjung tersebut harus merogoh kocek hingga Rp 30 ribu untuk ongkos membayar parkir di lokasi tersebut.

Agus Toro, kerabat dari pengunjung GL Zoo yang harus membayar parkir Rp 30 ribu kepada KRjogja.com Rabu (28/6/2017) mengisahkan kejadian tersebut terjadi Selasa kemarin sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, kerabatnya hendak masuk ke kawasan GL Zoo melalui pintu resmi namun kemudian mendapati pintu dipalang.

"Awalnya kerabat saya itu mau masuk parkir resmi tapi jalannya dipalang. Kemudian diarahkan ke tempat lain dan ternyata dimasukkan ke halaman penduduk setempat. Mau parkir maupun keluar tetap Rp 30 ribu, karena tak mau ribut ya dibayar akhirnya," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak GL Zoo mengaku telah sejak lama melaporkan praktik parkir liar tersebut pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta. Bahkan, GL Zoo telah menerima pemberitahuan akan dibuatnya posko Dishub di lokasi yang rawan terjadi tindak parkir 'nuthuk' tersebut.

"Kita sudah melaporkan hal klasik ini sudah sangat lama, selesai walikota sekarang Pak Haryadi berarti genap 20 tahun kami lapor. Dishub Kota tak kunjung menindaklanjuti sampai masa libur Lebaran saat ini," terang Humas GL Zoo Khrisyanto Agung Wibowo.

Menurut Agung, pihak Dishub sebenarnya sudah sanggup membuat posko penertiban parkir liar di libur Lebaran kali ini. "Tapi ternyata jangankan petugas, spanduk tarif parkir resmi saja tidak ada, mungkin gaib ya tak bisa dilihat mata orang normal," keluhnya.

Saat ini GL Zoo hanya bisa berupaya untuk mengeluarkan himbauan pada pengunjung melalui sosial media dan sebaran brosur agar memilih lokasi parkir resmi di dalam area kebun binatang. "Di timur ada, di barat juga sudah mulai difungsikan, harapannya pengunjung berupaya mencari parkir yang resmi jangan sampai kethuthuk lagi," pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI