Pengurus Desa Wisata Pentingsari Siapkan Regenerasi

YOGYA (KRjogja.com) – Pengurus Desa Wisata Pentingsari (Dewa Peri) menyiapkan regenerasi guna menjamin keberadaan salah satu alternatif pariwisata di Kabupaten Sleman ini dan berinovasi sesuai perkembangan zaman.

"Pengurus masih didominasi orang tua karena kaum muda masih bersekolah atau lebih memilih pekerjaan lain. Kondisi ini menjadi tantangan guna menyiapkan generasi penerus yang bisa mengelola Desa Wisata Pentingsari di masa depan," kata Ketua Pengurus Desa Wisata Pentingsari Doto Yogantoro kepada KRjogja.com, Kamis (01/09/2016).

Doto mengakui hal lain yang dipersiapkan pengurus adalah kepemimpinan (leadership) dan menjaga kualitas pelayanan. Ditambah, menyamakan persepsi antara kaum muda dengan orang tua. Terutama penggunaan teknologi informasi yang mendukung pengelolaan desa wisata.

"Masa antara kaum muda dan orangtua sudah beda. Anak muda pasti sudah menguasai TI atau gadget saat ini namun butuh arahan agar penggunaanya tepat sasaran. Selain itu, membuktikan bahwa mengelola desa wisata bisa memperoleh pendapatan sama seperti bekerja di kota. Hal ini yang sedang dipersiapkan menjelang 10 tahun berdirinya Pentingsari menjadi desa wisata," ungkapnya.

Doto mengungkapkan sampai saat ini pengelolaan desa wisata mampu memberi penghidupan layak bagi masyarakat tanpa harus meninggalkan pekerjaan utamanya. Dalam sebulan mampu menjaring 3000-3500 tamu yang menginap di 50 homestay milik warga. Karena itu, perputaran uang mencapai Rp 150-200 juta setiap bulan. Jumlah ini belum termasuk pendapatan jasa lain yang diterima masyarakat setempat.

"Jumlahnya meningkat pesat karena sebelumnya hanya memperoleh Rp 70 jutaan setiap bulan. Kami berharap hasil ini menjadi daya tarik kaum muda agar bisa meneruskan pengelolaannya," tandas Doto.

Doto menambahkan saat ini 'Dewa Peri' masuk dalam Forum Komunikasi Desa Wisata di DIY bersama 112 desa wisata lainnya. Berdasarkan klasifikasi yang dilakukan termasuk desa wisata mandiri sehingga tidak banyak menerima bantuan dana dari pemerintah daerah. Namun, tetap membantu desa wisata lain agar tetap berkembang. (*)

BERITA REKOMENDASI