Pengusaha Mebeler DIY Garap Pasar Lokal

YOGYA, KRJOGJA.com – Industri permebelan dan kerajinan di DIY khususnya skala menengah ke bawah tengah fokus membidik pasar domestik lokal yang potensinya sangat luar biasa dan belum digarap dengan optimal. 

Pengusaha permebelan dan kerajinan di DIY yang tergabung dalam wadah Asosiasi Industri Mebel & Kerajinan Indonesia (Asmindo) akan bekerjasama dengan Real Estat Indonesia (REI) saling mengisi terutama dalam memenuhi kebutuhan interior dalam bangunan.

Ketua Bidang Organisasi DPP Asmindo Endro Wardoyo mengatakan diluar ekspektasi, selama ini pasar domestik atau dalam negeri diremehkan. Ternyata setelah mencoba menggelar promosi melalui ajang pameran SAExpo Stock Sales 2018 Jogja Expo Center (JEC) pada 25 hingga 29 Oktober 2018 yang ditekankan pasar domestik ternyata animonya luar biasa.

" Terus terang kita memang agak kaget, ternyata pasar domestik khususnya lokal DIY dan sekitarnya sangat potensial bagi industri mebel maupun kerajinan. Ternyata konsumen di DIY mampu membeli produk-produk furnitur yang harganya cukup mahal atau kelas menengah ke atas, jadi banyak konsumen di DIY banyak yang mampu sehingga masih sangat potensial bagi market industri permebelan," papar Endro kepada KR di Yogyakarta, Selasa (30/10).

Endro mengungkapkan selama ini pengusaha mebel dan kerajinan di DIY hanya berpikir pasar luar negeri alias ekspor. Setelah menggelar pameran produk firnitur dan kerajinan yang sengaja difokuskan untuk pasar dalam negeri, ternyata banyak konsumen lokal yang justru membeli barang kelas mahal. Tren buyers lokal dari DIY sendiri merupakan angin segar dan tren yang positif untuk mendongkrak pertumbuhan penjualan bisnis permebelan dan kerajinan di DIY. (Ira)

 

BERITA REKOMENDASI