Penolakan Warga di Kauman, Walikota Dituntut Awasi Toko Berjejaring

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Forpi Kota Yogyakarta melakukan pemantauan lapangan buntut keresahan warga Kauman Yogyakarta atas adanya toko modern berjejaring, Sabtu (28/12/2019). Hasilnya, Forpi menemukan toko yang tertutup rapat namun sudah siap digunakan dengan rak yang rapi tersusun di dalam.

Koordinator Forpi Kota Yogyakarta, Baharudin Kamba menyebut toko yang masih tertutup dengan papan nama tertutup kain hitam dijalan Kauman,
 Kelurahan Ngupasan Kecamatan Gondomanan Kota Yogyakarta tersebut sudah tertata rapi rak-rak yang biasa digunakan di dalamnya. Forpi menurut Baharudin juga melakukan pendalaman pada warga Kauman yang kemudian mengaku resah toko tersebut akan mematikan toko kelontong kecil gulung tikar.

“Bagi Forpi Kota Yogyakarta berpendapat, jika memang benar nantinya pemilik akan mengalihkan usaha bukan minimarket berjejaring, maka harus ada pengawasan secara berkelanjutan. Karena modus toko modern berjejaring dengan tidak mencantumkan nama toko sering terjadi tetapi bisa dilihat dari ciri khas warna, struk dan seragam karyawan. Pemerintah Kota Yogyakarta diharapkan tidak terkecoh dengan pengalihan usaha, jika tidak memiliki ijin dan melanggar aturan, maka tindakan tegas perlu dilakukan,” ungkap Baharudin, Sabtu (28/12/2019). 

Menyikapi hal tersebut Forpi menurut Baharudin akan melakukan langkah diantaranya meminta walikota Yogyakarta melakukan pengawasan. Selain itu Forpi juga mensesak walikota untuk meminta klarifikasi Camat Gondomanan sebagai pemangku wilayah.

“Harus ada langkah nyata, kita segera membuat rekomendasi ke Walikota Yogyakarta agar melakukan pengawasan terhadap rencana beroperasinya toko modern berjejaring, kemudian Senin (30/12/2019) kami akan mendatangi kantor Camat Gondomanan untuk memberikan masukan kepada pemangku wilayah di jalan Kauman,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan warga Kauman resah akibat adanya pengusaha yang mengubah gerai menjadi toko minimarket berjejaring. Sebelumnya, ruko yang tak jauh dari Masjid Gedhe Kauman dan Pagelaran Kraton Yogyakarta ini merupakan toko gitar yang cukup dikenal di kawasan Yogyakarta. Warga khususnya di RW 12 menolak lantaran khawatir toko-toko kelontong akan gulung tikar bila minimarket tersebut beroperasi. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI