Penting, Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak

Editor: KRjogja/Gus

Masa tumbuh kembang anak adalah masa yang sangat berisiko bagi setiap kehidupan anak sehingga sangat penting untuk memperhatikan semua aspek yang mendukung dan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. 

Dosen STIKES AKBIDYO, Pri Hastuti, M.Keb, mengatakan pertumbuhan dan perkembangan dua peristiwa yang berbeda, namun saling berkaitan dan saling memengaruhi. Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah perubahan ukuran, besar, jumlah, atau dimensi pada tingkat sel, organ maupun individu. Perkembangan (development) adalah pertambahan kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks.

“Perkembangan masa awal meliputi beberapa aspek kemampuan fungsional, yaitu kognitif, motorik, emosi, sosial dan Bahasa,”papar Pri Hastuti.

Perkembangan pada fase awal ini, kata Pri Hastuti, akan menentukan perkembangan fase selanjutnya. Kekurangan pada salah satu aspek perkembangan dapat memengaruhi aspek lainnya. Salah satu masalah yang sering terjadi pada masa masa pertumbuhan dan perkembangan anak yaitu keterlambatan tumbuh kembang anak (Developmental Delay).

”Ada data yang menunjukkan sekitar 1-3 % anak usia 0-5 tahun di dunia mengalami Developmental delay,” imbuhnya.

Di Indonesia, deteksi dini tumbuh kembang balita dapat dipantau dengan pemeriksaan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang  (SDIDTK) di posyandu.

Hal inilah yang mendasari dilakukannya  pemeriksaan SDIDTK di Posyandu Balita APOKAT 1 Dusun Bangmalang, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Minggu (20/1) lalu. Acara diikuti 10 orang kader posyandu dan 30 orang balita dan pengasuh (orang tua). Tujuan diadakannya acara tersebut diantaranya agar masyarakat mampu melakukan penanganan awal jika terjadi penyimpangan pertumbuhan, perkembangan dan mental emosional.

Dari pemeriksaan tersebut terlihat  perkembangan balita menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) sesuai dengan perkembangan dan tidak mengalami hambatan. (*)

BERITA REKOMENDASI