Penting Pengenalan Literasi Keuangan Syariah Buat Difabel

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tidak sedikit warga Yogyakarta, termasuk para penyandang disabilitas yang menjadi korban rentenir di pasar tradisional, ataupun melalui aplikasi pinjaman online illegal. Bahkan korban penipuan dengan modus robot trading berskema ponzi ataupun judi online.

Kesemua itu tidak lepas dari masih rendahnya literasi keuangan pada masyarakat. Untuk itu‎ kegiatan edukasi dan literasi Keuangan Syariah tingkat dasar bagi difabel menjadi penting.‎

“Kelompok penyandang disabilitas cukup rentan menjadi korban rentenir. Tidak saja akses pengetahuan yang terbatas, namun juga kecanggihan rentenir mencari korban melalui pinjol illegal. Kampus harus ikut bertanggungjawab untuk mengedukasi komunitas rentan,”kata Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,‎ Imamudin Yuliadi, Rabu (04/05/2022).

Selain Imamudin selaku‎ koordinator tim pendamping juga dihadiri anggota tim pendamping Ahmad Ma’ruf dan Lilies Setiartiti. Menurutnya,‎kegiatan tersebut diikuti oleh 75 peserta yang terdiri dari penyandang disabilitas dan orangtua penyandang disabilitas yang tergabung dalam Komunitas Galang Difabel Gamping (GADING).

Penguatan pemahaman keuangan, termasuk keuangan syariah bagi difabel tidak cukup dilakukan hanya satu atau dua kali. Kondisi obyektif keragaman disabilitas memerlukan pendampingan rutin.Kegiatan literasi keuangan masih perlu dilakukan secara berkelanjutan dan akan efektif apabila ada kolaborasi perguruan tinggi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dan lembaga profesi.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami menjadi lebih tahu apa itu riba dan jebakan rentenir. Teman-teman penyandang disabilitas sering dapat WA tawaran pinjol, ternyata banyak illegal. Jangan sampai difabel yang sudah rentan menjadi korban rentenir,” ungkap koordinator GADING‎ Yuliana. (Ria)

BERITA REKOMENDASI