Penulisan Naskah Sandiwara Radio Terbentur Kemampuan Berbahasa

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Kemampuan dan ketrampilan bahasa masih menjadi kendala utama dalam upaya penulisan naskah sandiwara radio berbahasa Jawa. Setidaknya hal itu yang mencuat dalam Workshop Penulisan Naskah Sandiwara Radio Berbahasa Jawa yang digelar Tim Pengembangan Penulisan Naskah Sandiwara Radio Dinas Kebudayaan DIY di LPP Hotel Yogyakarta, Selasa-Rabu (25-26/2).

“Penguasaan bahasa memang masih agak lemah. Tapi kami hadirkan sejumlah narasumber yang dapat memberikan pemasukan secara lebih mendalam,” tutur Ketua Tim Pengembangan Sandiwara Radio Berbahasa Jawa Dinas Kebudayaan DIY Landung Simatupang kepada KR, Rabu (23/2).

Selain dalam penguasaan kebahasaan lanjut Landung, kepekaan menangkap masalah yang ada di sekitar juga dirasa masih lemah. Penekanan gagasan mengenai sebuah topik juga menjadi perhatian yang tidak kalah penting

“Terkait dengan isi atau masalah yang ditemukan. Harus punya kepekaan menenangkan potensi konflik dan mengungkapkannya,” sambung Landung.

Demikian pula mengenai sudut pandang juga harus dipahami untuk menulis naskah sandiwara radio. Tangkapan di balik peristiwa fisik dikatakan Landung masih belum maksimal.

“Sandiwara atau drama radio tidak hanya peristiwa fisik. Tapi esensi yang berkonflik itu apa. Masih perlu dipertajam. Tidak hanya peristiwa fisik, tapi ada nilai apa di balik itu,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Landung juga menuturkan tidak menutup kemungkinan ada garapan sandiwara radio yang futuristik tapi berbahasa Jawa. Pasalnya saat ini kebanyakan yang muncul sebatas sandiwara radio dengan setting tradisional masa lalu.

“Masih terikat dengan DNA tradisional. Belum mengikuti derap laju jaman yang terus berkembang,” ungkap Landung. (Feb)

BERITA TERKAIT