Penumpang Telantar di Wojo, KAI Minta Maaf

YOGYA, KRJOGJA.com – Dimulainya jadwal baru kereta api, Minggu (1/12/2019) diwarnai dengan ratusan penumpang KA Progo telantar di Stasiun Wojo, Kulonprogo. Para penumpang tertahan di stasiun tersebut karena salah satu jalur double track, yakni bagian selatan antara stasiun Stasiun Wojo dengan Stasiun Wates mengalami kebuntuan, akibat lokomotif Senja Utama Solo jurusan Pasar Senen-Solo mogok, sekitar pukul 05.30 WIB.

Jalur yang buntu tersebut digunakan untuk rute dari barat ke timur. Sehingga mogoknya lokomotif Senja Utama Solo mengakibatkan kereta yang berada di sebelah barat Stasiun Wojo terkena dampak, karena tidak bisa melewati track bagian selatan.

Awalnya para penumpang tidak begitu gelisah ketika kereta tertahan di Wojo. Namun begitu tidak ada pergerakan kereta, penumpang pun berhamburan ke luar, mendatangi ruang kepala stasiun Wojo. Mereka menanyakan kenapa kereta berhenti terlalu lama, tanpa ada kejelasan ke penumpang.

"Kalaupun terjadi kebuntuan jalur kereta, kenapa tidak menerapkan buka tutup jalur dulu karena darurat, demi kenyamanan penumpang dan juga penumpang tidak telantar," ujar salah satu penumpang, Heru.

Para penumpang ditemui oleh petugas Stasiun Wojo, Hari dan kondektur Imam. Dijelaskan Hari, pihaknya berusaha memecahkan masalah kebuntuan jalur akibat mogoknya lokotif senja utama. Namun demikian, semua harus terkordinasi dan ijin dari manajemen diatas mereka. Membuka tutup jalur, harus sesuai prosedur dan ijin dari atas.

Dijelaskan, untuk langkah lanjut, adalah memanfaatkan Lokomotif KA Progo untuk menarik rangkaian gerbong Senja Utama Solo ke Stasiun Wojo. Setelah itu, didatangkan Lokomotif pengganti yang menarik kembali rangkain senja utama Solo. Rangkain KA Progo akhirnya dapat diberangkatkan setelah tiga jam tertahan.

Terhadap kejadian tersebut, PT KAI Daop 6 Yogya meminta maaf kepada para penumpang yang terdampak mogoknya lokomotif KA Senja Utama Solo, Minggu (1/12/2019) pagi. Akibat kejadian tersebut, ratusan penumpang sempat terkatung-katung akibat belum mendapat kepastian akan diberangkatkan.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogya Eko Budiuanto, mengungkapkan ada gangguan teknis yang terjadi pada lokomotif KA Senja Utama Solo di wilayah Stasiun Wates hingga Stasiun Wojo. "Lokomotif yang mengalami gangguan berada di lintasan rel selatan. Akibatnya sejumlah rangkaian kereta yang dijadwalkan menggunakan jalur tersebut ikut terdampak. Kami mohon maaf kepada para penumpang," jelasnya.

Gangguan teknis tersebut baru bisa diselesaikan dalam waktu 150 menit atau dua setengah jam. Selama waktu tersebut, baik penumpang yang berada dalam rangkaian KA Senja Utama Solo maupun kereta lain seperti KA Progo, tertahan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Eko mengaku, pihaknya sudah menerapkan standar seperti memberikan snack bagi para penumpang. Akan tetapi diakuinya, kejadian itu tetap mengganggu kenyamanan penumpang maupun agenda lain yang sudah disiapkan.

Meski demikian, gangguan teknis itu sama sekali tidak disengaja dan harus dilakukan antisipasi guna mempertimbangkan keselamatan penumpang. "Sekali lagi kami mohon maaf," tandasnya.

Eko menambahkan, usai kejadian pihaknya melakukan evaluasi secara menyeluruh. Apalagi gangguan teknis pada lokomotif tersebut bertepatan dengan jadwal baru keberangkatan kereta yang diberlakukan per 1 Desember 2019. Jadwal baru itu mengacu pada grafik perjalanan kereta (gapeka) yang diterbitkan oleh PT KAI pusat.

"Sejak 30 November 2019, kami mendirikan posko untuk memantau gapeka atau jadwal baru yang diberlakukan. Sampai besok (hari ini) posko masih didirikan. Jadi kejadian ini menjadi perhatian dan evaluasi kami," katanya. (Jon/Dhi)

KAI

BERITA REKOMENDASI