Penumpang Turun Drastis, 53 Penerbangan di Jogja ‘Cancel Flight’

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Merebaknya Covid-19 di Indonesia, berimbas di industri penerbangan. Di Yogyakarta saat ini sudah ada 53 ‘cancel flight’ dengan berbagai rute.

“Sampai saat ini kami sudah menerima pengajuan 53 cancel flight

dari sejumlah maskapai penerbangan. Pasalnya Covid-19 ini membuat jumlah penumpang turun drastis. Kami belum bisa memastikan apakan akan ada penambahan pengajuan atau tidak,” ujar Direktur Utama (Dirut) PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi di Yogyakarta, Sabtu (28/3).

Ke-53 cancel flight

tersebut semuanya rute Yogyakarta. Baik yang melalui Bandara Adisutjipto maupun Yogyakarta International Airport

(YIA). Imbasnya, jumlah pergerakan pesawat di dua bandara tersebut juga mengalami penurunan.

Faik menggambarkan kondisi di YIA. Dalam keadaan normal, rata-rata jumlah penumpang ada 18 ribu perhari. Namun, dalam tiga hari terakhir turun cukup signifikan menjadi 7.000-8.000 perhari. Untuk arus keberangkatan masih lebih tinggi dibanding kedatangan. Dari 53 yang cancel flight

tersebut, termasuk dua rute internasional. SilkAir dan AirAsia rute Singapura dan Kuala Lumpur.

“Terhitung mulai tanggal 20 Maret kemarin, rute internasional yang melalui Yogyakarta sudah berhenti. Kedua maskapai ini menyampaikan ke kita berhenti operasional sampai tanggal 11 Mei. Selanjutnya bagaimana, tentu melihat perkembangan di lapangan,” urainya.

Mengenai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Faik menjelaskan, arus penumpang di 15 bandara yang berada di bawah naungan PT Angkasa Pura I (Persero) juga langsung menerapkan secara ketat konsep social distanting

. Dimana bandara diatur sedemikian rupa, sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang. Petugas mengatur agar jarak antar penumpang dibuat minimal 1 meter, petugas di bandara dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). Tidak hanya masker, tapi juga kacamata pelindung dan juga sarung tangan. Khusus di YIA karena bandaranya besar, maka jarak antar penumpang dibuat menjadi 2 meter.

Sarana kebersihan juga disediakan pihak pengelola. Seperti hand sanitizer

dan secara reguler melakukan penyemprotan disinfektan pada sejumlah fasilitas di bandara. Hingga ada area khusus untuk menyemprotkan disinfektan secara langsung untuk penumpang yang datang dan juga ada pengecekan suhu tubuh. “Ini sebagai upaya kami untuk mengurangi penyebaran Covid-19,” jelasnya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI