Penundaan Izin Alih Fungsi Lahan Persawahan Diperpanjang

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kebijakan moratorium atau penundaan terhadap pemberian izin alih fungsi lahan persawahan di Kota Yogya resmi diperpanjang. Langkah tersebut guna menjaga luas lahan pertanian perkotaan.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Yogya Hari Setyawacana, menjelaskan sebelumnya kebijakan penundaan pemberian izin perubahan penggunaan tanah (IP2T) diatur melalui Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 112 Tahun 2017 tentang Pengendalian Lahan Sawah Beririgasi Teknis. "Untuk peraturan walikota pengganti yang memperpanjang masa penundaan izin sedang dalam proses finalisasi. Mungkin tinggal diundangkan saja," jelasnya.

Perpanjangan moratorium pemberian izin alih fungsi lahan persawahan tersebut diputuskan selama satu tahun hingga 31 Desember 2019. Selain untuk menjaga luas lahan persawahan di Kota Yogya, kebijakan moratorium IP2T tersebut diharapkan dapat mendukung upaya Pemkot Yogya untuk melakukan konservasi air tanah serta mendukung ketahanan pangan.

Menurut Hari, Kota Yogya memang tidak diwajibkan untuk menjaga luas lahan pertanian. Meski demikian, justru akan lebih baik jika ada lahan pertanian yang masih bisa dipertahankan. Oleh karena itu, kebutuhan untuk mempertahankan lahan pertanian juga sangat berhubungan dengan keberadaan fasilitas pendukung.

Seperti saluran irigasi yang juga dimungkinkan dibutuhkan oleh petani di kabupaten lain yang berbatasan dengan Kota Yogya. Hari menjelaskan, jika masyarakat atau pemilik lahan ingin menjual sawahnya, agar bisa menghubungi Pemkot Yogya sehingga lahan pertanian tersebut tidak dialihfungsikan.

Sepanjang tahun 2018 lalu, Hari mengaku, ada beberapa warga yang mengajukan rencana alih fungsi lahan persawahan. Biasanya untuk dialihfungsikan menjadi permukiman atau hunian. "Pemerintah akan memanfaatkannya untuk kebutuhan ruang terbuka hijau," tandasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogya Sugeng Darmanto, mengatakan tidak ada pengurangan lahan pertanian sepanjang tahun 2018 lalu. Luas lahan pertanian di Kota Yogya yang masih ada sekitar 53 hektare.

Sebagian besar digunakan untuk menanam padi. Dirinya pun menyebut, peraturan walikota terkait pengendalian lahan sawah tersebut sangat efektif untuk mencegah terjadinya alih fungsi lahan pertanian. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI