Penyalahgunaan Narkoba di DIY Terus Meningkat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Masa pandemi tidak berpengaruh signifikan terhadap kasus penyalahgunaan narkoba di DIY. Data tahun tahun 2019 menyebut terdapat ada 218 kasus dan 2020 ada 223 kasus. Ini menunjukkan potensi penyalahgunaan markoba di DIY tetap tinggi.

“Perlu sosialisasi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) untuk menekan kasus bersinergi dengan media,” ucap Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Yogya AKBP Khamdani SSos dalam Workshop Penguatan Kapasitas bersama jurnalis di Hotel Novotel Yogya, Rabu (18/08/2021).

Disebutkan sebanyak 28.132 orang penduduk DIY pernah menyalahgunakan narkoba dan 18.082 orang menyalahgunakan narkoba dalam satu tahun terakhir ini. “BNNK Yogya terus mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba dengan sinergisitas media dalam mendukung kampanye P4GN,” tegasnya.

Workshop yang diikuti 20 jurnalis dari media cetak, elektronik, online di Yogya ini juga menghadirkan narasumber lainnya. Hadir pula Ketua PWI DIY Drs Hudono SH dan Kabid Informasi Dinas Kominfo Kota Yogyakarta Edy Sugiharto.

“Pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba wajib lapor dan menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Tidak melapor ada ancaman pidana. Apalagi saat ini ada 83 narkotika jenis baru yang beredar,” ujar Hudono.

Lebih lanjut, Hudono menjelaskan pedoman dan aturan khusus wartawan dalam peliputan. Dalam kasus narkoba yang menimpa anak di bawah umur, wartawan juga wajib mematuhi UU Sistem Peradilan Pidana Anak, Etika Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak yang memperhatikan mental/psikologis dan masa depan anak.

Sedang Edy Sugiharto menyebutkan Kominfo Kota Yogyakarta senantiasa bersinergi dengan media dalam berbagai sosialisasi program untuk masyarakat. “Melalui program-program menarik, sosialisasi cepat diterima masyarakat,” ujarnya. (Vin)

BERITA REKOMENDASI