Penyaluran Giat Covid-19, Baznas se-DIY Salurkan Rp 5,5 Miliar

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) se–Daerah Istimewa Yogyakarta turut mendukung upaya pencegahan penularan virus dan penanganan dampak Covid-19. Kepedulian ini diwujudkan melalui berbagai program-program. Di antaranya penyemprotan disinfektan, edukasi pola hidup bersih & sehat, pembagian masker, APD, handsoap, hand sanitizer, paket logistik keluarga, support RS dan tim medis, bantuan tunai, pembuatan wastafel sehat, bersih-bersih masjid, dan lainnya.

“Total bantuan penyaluran bantuan Covid-19 dari BAZNAS DIY dan BAZNAS Kabupaten/Kota mencapai Rp 5.501.403.900,” kata Ketua BAZNAS DIY Dr H Bambang Sutiyoso SH MHum kepada wartawan di Den Nany Resto Jalan Tamansiswa Yogya, Senin (10/08/2020).

Jumpa pers dengan tema ‘Capaian Kerja Pengelolaan ZIS & DSKL (Dana Sosial Keagamaan Lain)’ ini juga dihadiri para wakil Ketua BAZNAS DIY, yaitu Dr H Munjahid MAg (Wakil Ketua 1 Bidang Penghimpunan), Drs H Agus Sunarto MBA (Wakil Ketua 2 Bidang Pentasyarufan), H Nursya’bani Purnama MSi (Wakil Ketua 3 Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan) dan H Juni A Dwi Utomo SPsi (Wakil Ketua 4 Bidang Umum, SDM dan ITCM).

Bambang Sutiyoso juga menjelaskan, berdasarkan data yang terangkum dalam laporan pengelolan zakat, infak dan sedekah semester pertama pada bulan Januari–Juni tahun 2020 ini, penghimpunan/perolehan dana ZIS dan DSKL BAZNAS DIY sebesar Rp 2.046.936.320. Sedang Capaian pengumpulan ZIS dan DSKL BAZNAS Se-Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2020 semester 1 sebesar Rp15.484.265.874. Dana ZIS yang terkumpul tersebut berasal dari para ASN, swasta, yang tergabung dalam Unit pengumpul Zakat (UPZ), selain itu juga berasal dari perorangan.

Pentasharufan ZIS dan DSKL didasarkan pada tujuh Asnaf, yaitu mencakup Fakir, Miskin, Amil, Muallaf, Fisabilillah, Ibnu Sabil, serta Gharimin. Sedangkan satu Asnaf Riqab (budak/hamba sahaya), belum pernah ada. Pentasharufan ZIS dan DSKL didistribusikan selain untuk konsumtif, juga produktif yang terangkum dalam 5 program utama, yakni mencakup program DIY CERDAS, DIY TAQWA, DIY SEJAHTERA, DIY PEDULI, serta DIY SEHAT.
Mengenai perkembangan perolehan BAZNAS DIY Dr H Munjahid MAg menjelaskan, tahun 2015 sebesar Rp 919 juta. Tahun 2016 naik menjadi Rp 1.731.458.899, kemudian tahun 2017 naik lagi menjadi Rp 2.155.763.271, tahun 2018 Rp 3.228.958.751 dan 2019 Rp 4.714.940.890. “Meski sampai pertengahan Juni lalu baru tercapai Rp 2.046.936.320, kami optimis sampai akhir tahun ini akan tercapai Rp 5,5 miliar. (Fie)

BERITA REKOMENDASI