Penyaluran Kredit di DIY Tergolong Tinggi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Penyaluran kredit di DIY sudah mencapai target lebih dari 80 persen pada 2017. Artinya, penyaluran pembiayaan tersebut dinilai sudah tergolong bagus. Namun Pemda DIY masih terkendala data debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang masih dikotak-kotakkan, sehingga apabila berbicara mengenai potensi kelompok yang menjadi binaan dinas itulah seharusnya semua bisa menjadi debitur kredit.

”Penyaluran kredit sebenarnya tidak perlu dikotakkotakkan untuk KUR dan sebagainya. Semua potensi lembaga masyarakat binaan dinas yang melakukan kegiatan ekonomi produktif dan permodalan ya itulah debitur kredit. Harapannya dengan data debitur pada 2018 ini lebih banyak dan perbankan akan lebih leluasa untuk mengakses,” kata Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda DIY Sugeng Purwanto di ruang kerjanya Kompleks Kepatihan.

Sugeng mengakui, peran Pemda DIY yang selama ini diangggap kurang sebenarnya hanya terkendala pada komunikasi pemahaman debitur kredit tersebut. Pemda DIY yang menyampaikan namanama debiturnya, untuk proses permodalan dan sebagainya sudah menjadi ranah perbankan. DIY masuk pelapor data potensi KUR tercepat pada 2017 lalu.

”Kredit bagi kegiatan ekonomi produktif di DIY diharapkan persentasenya bisa mencapai 50 persen. Serta mendorong pertumbuhan KUR untuk sektor pertanian dalam arti luas yang sekarang masih banyak untuk kegiatan sektor UMKM,” imbuhnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Sri Fitriani menambahkan, kinerja penyaluran kredit bank umum di DIY pada triwulan III 2017 sedikit meningkat. Hal ini ditunjukkan meningkatnya pertumbuhan kredit dari 11,20 persen (yoy) pada triwulan II 2017 menjadi 11,79 persen (yoy) pada triwulan III 2017.

Peningkatan pertumbuhan kredit didorong kredit investasi yang tumbuh meningkat dari 10,51 persen menjadi 11,97 persen dan kredit konsumsi dari 9,27 persen menjadi 10,12 persen (yoy). ”Keduanya mampu meningkatkan pertumbuhan kredit bank umum di DIY meskipun kredit modal kerja yang merupakan pangsa kredit terbesar berdasarkan penggunaannya 40,21 persen mengalami penurunan dari 13,41 persen menjadi 13,26 persen (yoy),” tandasnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI