Penyebab Lonjakan Covid-19 Bulan Juni Segera Diketahui

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tim Peneliti Whole Genome Sequence (WGS) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK KMK) UGM dalam minggu ini akan memperoleh hasil terbaru atas sampel yang telah diteliti. Dari hasil ini nantinya dapat untuk mengetahui penyebab terjadinya lonjakan tajam kasus Covid-19 di DIY pada Juni lalu. Namun demikian sejauh ini tim belum menemukan adanya Virus Covid-19 Varian Delta terdeteksi di DIY.

“Untuk DIY sampel sebelumnya memang belum terdeteksi Variant of Concern, salah satunya Varian Delta. Tetapi dalam minggu ini harapannya ada hasil yang terbaru genome sequence, terutama dari waktu pelonjakan di DIY karena di daerah ini drastis juga lonjakannya,” ungkap Ketua Tim Peneliti WGS FK KMK UGM, dr Gunadi PhD SpBA dalam dialog Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) secara virtual, Rabu (07/07/2021).

Gunadi mengatakan tim telah melakukan colecting sample, terutama saat pelonjakan ketika pertengahan hingga akhir Juni di DIY. Penelitian juga dilakukan terhadap sampel dari pasien anak karena kecenderungan penambahan dari kelompok usia ini juga meningkat.

Ia juga menyatakan genome sequence di Indonesia belum optimal karena baru memeriksa 2.576 data virus genome. Angka tersebut masih jauh dibanding data global yang sudah mencapai 2.200.000 data virus genome.

“Jadi masih belum bisa menggambarkan varian apa yang banyak di Indonesia, meskipun Varian Delta sudah ditemukan 17,7% di Indonesia. Itu artinya dapat menggambarkan dominasi Varian Delta di Indonesia, dibanding Varian Alfa maupun Beta yang dibawah 2%,” ungkapnya.

Ia menambahkan untuk saat ini WHO masih menetapkan Varian Alfa, Beta, Delta dan Gama masuk dalam Variant of Concern. Dari keempat varian tersebut Gama belum ditemukan kasusnya di tanah air.

Sementara itu Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, dr Siti Nadia Tarmizi MEpid mengatakan penyebaran Varian Delta terlihat mendominasi di Pulau Jawa. Dari 553 sekuen Variant of Concern, 436 diantaranya merupakan Varian Delta.

“Varian Delta sudah terbukti penularannya sangat cepat. Jika Varian Wuhan 2,5 – 3 kali penularannya, Varian Delta bisa 5 – 8 kali. Inilah yang menjadi kewaspadaan dan perhatian kita bersama,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan pada bulan Juli ini pemerintah akan menerima 31.000.000 dosis vaksin. Dengan penambahan tersebut maka ketersediaan vaksin hingga saat ini telah mencapai 99.000.000 dosis.

“Artinya stok kita bulan Juli ini banyak, sehingga kita melakukan akselerasi. Semakin banyak orang divaksin, semakin kecil risiko pularan dan berkurang munculnya varian baru,” tegasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI